AYOJAKARTA.COM – Dalam gagasan mengenai Law of Attraction atau hukum tabur tuai, pikiran baik merupakan kunci pembuka gerbang realitas yang baik.
Dan sebaliknya, seseorang yang selalu berpikiran buruk tentang dirinya akan menarik energi negatif yang akhirnya menjelma realitas negatif.
Sehingga pada dasarnya setiap individu perlu secara bijak mengelola pikiran serta mental, sebab akan sangat berdampak pada penggunaan kata-kata serta tindakan.
Karena itulah, penting bagi setiap orang mengetahui dan menyadari pola pikir yang tidak baik karena berdampak pada kualitas mentalitas.
Berikut ini merupakan tanda bahwa seseorang memiliki pola pikir yang tidak sehat dan bisa berdampak pada kesehatan mental.
Baca Juga: Yuk Kenali Tanda Kamu Sering Memiliki Ekspektasi Terlalu Tinggi, Hati-Hati Mudah Kecewa
Pola pikir pertama yang tidak baik bagi kesehatan mental adalah keinginan untuk tampil sebagai manusia sempurna atau perfeksionis.
Ketidaksempurnaan merupakan bagian tidak terpisah pada diri setiap manusia, karenanya kemampuan menerima kenyataan tersebut akan membuat diri lebih tenang.
Pola pikir berikutnya yang tidak baik bagi kesehatan mental seseorang adalah Catastrophizing atau membesar-besarkan masalah kecil.
Seseorang yang menerapkan pola pikir semacam ini dalam hidup, akan memiliki kecenderungan menjadi pribadi overthinking.
Anggapan bahwa setiap pikiran yang melintas adalah kenyataan, bisa menjadikan seseorang terus berputar pada rasa takut dan kesalahan.
Ketiga, pola pikir komparatif atau membanding-bandingkan diri dengan orang lain merupakan pintu gerbang lahirnya rasa tidak nyaman dan rendah diri.
Pola pikir keempat yang tidak baik bagi kesehatan mental adalah pola pikir berlebihan atas peristiwa di masa depan dan kejadian di masa lalu.
Terjebak dalam dua situasi yang sudah lewat dan belum terjadi, membuat seseorang gagal menikmati keindahan situasi saat ini.
Kelima, pola pikir Self Centered atau Egois merupakan penyebab gagalnya setiap bentuk jalinan hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain.
Selain karena tidak bisa mempedulikan orang lain, pola pikir egois juga menjadikan seseorang tumbuh sebagai pribadi tanpa rasa empati.
Pola pikir keenam yang dapat merusak dan membahayakan kesehatan mental adalah pola pikir sebagai seorang korban atau Playing Victim atas suatu peristiwa.
Selain bisa mendatangkan rasa putus asa dan kehilangan kendali diri, pola pikir playing victim juga membuat pelakunya kesulitan mengambil tindakan positif.
Jika seseorang benar-benar merupakan korban dari suatu keadaan, cara terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan meminta bantuan atau pertolongan.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Sedang Berada di Kondisi Stres, Sulit Konsentrasi hingga Perubahan Pola Makan dan Tidur
Demikian beberapa tanda bahwa seseorang memiliki pola pikir yang tidak sehat, seperti dirangkum Ayojakarta pada Senin, 2 Oktober 2023, dari akun instagram @yonmarhanggara.

Share this article
Berikut ini merupakan tanda bahwa seseorang memiliki pola pikir yang tidak sehat dan bisa berdampak pada kesehatan mental.