AYOJAKARTA.COM - Penyakit lambung merupakan sebuah gangguan kesehatan yang lazim diderita oleh masyarakat.
Terlebih lagi masyarakat dengan aktivitas yang tinggi seperti pekerja kantoran sangat rentan terkena penyakit ini.
Namun ternyata ada perbedaan antara penyakit lambung biasa dengan penyakit GERD.
GERD adalah sebuah penyakit pencernaan yang mana asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan.
Baca Juga: Tak Hanya Mendapatkan Pahala, Ternyata Puasa Punya 6 Manfaat Ini Lho!
Penyakit ini berbeda dengan penyakit lambung biasanya, namun sebagian penderitanya mengatasinya dengan obat-obatan yang dijual bebas.
Namun beberapa penderitanya bahkan diharuskan minum obat yang lebih keras hingga harus dilakukan operasi.
Dilansir ayojakarta.com dari laman fk.ui.ac.id (10/2/2023), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, Dokter Spesialis Gastroenterologi FKUI-RSCM mengatakan bahwa GERD atau maag bukan lah menjadi penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
“Memang penyakit ini bisa sembuh tapi juga bisa kambuh. Intinya adalah kalau bisa mengendalikan faktor risiko setelah diobati, itu bisa sembuh total. Makanya ini bisa dibilang on demand treatment,” kata Prof. Ari.
Baca Juga: Kembali MUNCUL! Kemenkes Konfirmasi Dua Kasus Ginjal Akut Pada Anak Dibawah Umur
Beberapa gejala yang ditunjukan jika seseorang terkena GERD adalah :
1. Sensasi terbakar di dada (mulas), biasanya setelah makan, yang mungkin lebih buruk di malam hari Sakit dada
2. Kesulitan menelan
3. Regurgitasi makanan atau cairan asam
4. Sensasi ada benjolan di tenggorokan
Baca Juga: Mengejutkan! Minum Es secara Rutin Lebih Berbahaya dari Merokok, Faktanya Begini...
Namun jika seseorang mengalami refluks asam pada malam hari, kemungkinan akan mengalami beberapa masalah kesehatan lainnya yakni batuk kronis, radang tenggorokan, asma baru atau yang memburuk dan tidur terganggu.
Beberapa orang pun menyalah artikan bahwa penyakit GERD yang sedang diderita merupakan serangan jantung.
Pasalnya kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang mirip yakni sama-sama menimbulkan sensasi perih di dada dan nyeri ulu hati.
Selain itu banyak penderita GERD yang tidak menyadari bahwa ia sedang mengalami gangguan penyakit tersebut.
Baca Juga: Puasa Ramadan Bagi Penderita Maag dan GERD, Berikut Tips dari Pakar Kesehatan
Kebanyakan dari mereka mengira bahwa penyakit yang dideritanya adalah gangguan lambung biasa atau maag.
Prof. Ari menjelaskan terkait gejala penyakit maag yang dapat dideteksi jika penderita hanya merasakan gangguan di lambung saja dengan gejala lain seperti nyeri uluhati, begah, mual, muntah, kembung, cepat kenyang dan sendawa.
“Bisa juga telinga berdenging, hidung tersumbat, gigi ngilu itu lebih ke GERD. Orang bisa kena GERD dan maag sekaligus tapi kalau murni GERD, dia biasanya enggak ada gejala-gejala di lambung,” ujar Prof. Ari.
Meskipun penyakit GERD bisa diobati, namun perlu adanya perubahan gaya hidup agar penyakit tersebut tidak kambuh lagi seperti:
1. Menurunkan berat badan, jika memiliki berat badan yang berlebih.
2. Tidak merokok.
3. Meninggikan kepala saat tidur.
4. Tidak berbaring atau tidur setidaknya dalam waktu 2 hingga 3 jam setelah makan.
5. Menghindari makanan atau minuman yang memicu asam lambung naik, seperti alkohol, susu, makanan yang pedas dan berlemak, cokelat, mint, dan kopi.
6. Tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat.
Itu tadi penejelasan dan tips yang dapat anda lakukan untuk mengurangi GERD. Semoga bermanfaat.***

Share this article
GERD dan penyakit lambung merupakan penyakit yang rentan dialami masyarakat dengan aktivitas yang tinggi. Namun, keduanya memiliki perbedaan