AYOJAKARTA.COM - Mekanisme alami tubuh saat suhu tubuh meningkat kelenjar keringat pada kulit akan menghasilkan keringat untuk mendinginkan suhu tubuh.
Selain itu, keluarnya keringat dalam tubuh tentu dipicu oleh adanya aktivitas fisik yang dilakukan, baik berat maupun ringan.
Namun, keluarnya keringat dari tubuh pun memiliki manfaat, yakni mengeluarkan racun, dalam melancarkan sirkulasi darah.
dr. Edwin Leopold Jim. SpPD menyampaikan terdapat 5 penyakit yang perlu diwaspadai menjadi faktor penyebab timbulnya keringat berlebih.
Bagaimana jika terjadi hiperhidrosis atau keringat berlebih?
Jika keringat yang keluarnya berlebihan atau hiperhidrosis, tentu membuat merasa tidak nyaman, tak jarang menimbulkan bau tak sedap pada badan.
Hiperhidrosis atau keringat berlebih yaitu jika seseorang mengeluarkan keringat dalam jumlah yang tak normal, bahkan bisa keluar saat dalam suhu dingin pun, sampai menembus pakaian atau bahkan bercucuran.
Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya keringat berlebih antara lain melakukan aktivitas olahraga, cuaca yang panas, atau jika seseorang sedang mengalami kegelisahan.
Di sisi lain keluarnya keringat berlebih dari tubuh juga harus diwaspadai, terlebih jika diiringi dengan gejala lain seperti demam, sakit kepala hingga nyeri dada. Bahkan yang penting diperhatikan jika tanpa aktifitas fisik apapun tubuh mengeluarkan banyak keringat.
Dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Hidup Sehat tvOne, dr. Edwin Leopold Jim.SpPD spesialis penyakit dalam memaparkan beberapa faktor penyebab keringat berlebih di antaranya sebagai berikut.
1. Gagal Jantung
Pada orang yang menderita gagal jantung, pada tahap akhir, akan susah untuk bernafas, pernapasannya lebih cepat, memicu saraf simpatis untuk tubuh berkeringat lebih banyak lagi.
Namun berbeda dengan penderita gagal jantung tahap awal tidak terlalu memicu keringat berlebih.
Baca Juga: Kenali 5 Pemicu Penyakit Asam Urat, Bukan Hanya Kebanyakan Makan Jeroan
2. Tiroid
Keringat berlebih dapat terjadi karena dipicu adanya gangguan tiroid, terutama hipertiroid yang memproduksi hormon berlebihan yang bisa merangsang keringat berlebihan.
Namun selain keringat berlebih ada gejala lain yang ditimbulkan oleh hipertiroid seperti jantung berdebar, susah tidur, susah diare, demam bahkan bisa sebabkan penurunan berat badan.
3. Diabetes
Penyakit diabetes menjadi salah satu penyebab terjadinya keringat berlebih, terutama untuk penderita diabetes yang kadar gulanya sangat rendah, atau karena diabetes yang lama atau gangguan saraf (neuropati).
4. Stroke
Keringat berlebihan juga dapat disebabkan oleh penyakit stroke, namun tidak semua kasus penyakit stroke bisa mengalami keringat berlebih.
Pada sebagian kecil kasus, stroke menyebabkan gangguan dari saraf otonomnya maka akan mengalami keringat berlebih.
Baca Juga: Putri Candrawati Akui Punya Penyakit GERD, Hakim: Sudah, Jangan Nangis Ya
5. Infeksi Dalam Tubuh
Penyebab keringat berlebih salah satunya adalah adanya infeksi dalam tubuh seperti infeksi TBC (tuberkulosis), infeksi kelenjar liur, Malaria, bahkan Setelah demam tinggi pun, karena tujuannya untuk mendinginkan badan.
Tips bagi penderita keringat berlebih, di antaranya:
- Tidak Menggunakan Baju atau Pakaian ketat, sirkulasi udara akan berkurang dan panas sulit untuk dikeluarkan.
- Jangan berada dalam suhu udara yang terlalu panas yang memicu tubuh untuk berkeringat.
- Memakai anti perspirant, untuk mengurangi produksi dari kelenjar keringat.
Selain itu, menurut dr. Edwin Leopold Jim.SpPD, terlebih dahulu harus memastikan penyebab keringat berlebih dengan Memeriksakan kondisi badan .
"Jika dalam keadaan istirahat pun keringat berlebihan maka perlu memeriksakan diri ke dokter, memastikan apakah ada kelainan yang lain atau hanya hanya kelenjar yang produksinya berlebihan," jelas dr. Edwin Leopold Jim.SpPD.***

Share this article
Keluarnya keringat dalam tubuh tentu dipicu oleh adanya aktivitas fisik yang dilakukan, baik berat maupun ringan.