AYOJAKARTA.COM -- Penolakan Israel untuk bertanding di Piala Dunia U-20 di Indonesia menjadi polemik masyarakat.
Alasan penolakan bagi sebagian orang karena Israel dianggap Negara yahudi yang terus-terusan menjajah Palestina.
Terlebih Indonesia merupakan salah satu negara yang mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.
Akan tetapi banyak sekali masyarakat Indonesia yang menyayangkan sikap mencampur urusan politik dengan olahraga di Piala Dunia U-20.
Mantan Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla atau biasa dikenal JK menyebut bahwa bagi sebagian orang penolakan itu berdasarkan konstitusi.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube METROTV pada Sabtu, (1/4/2023), JK menilai konstitusi tersebut ada pada Undang-Undang Dasar 1945 ayat pertama.
“Kalau apa yang saya baca itu alasannya konstitusi, konstitusi atau pembukaan Undang Undang 45 yang dipakai sebagai alasan,” kata JK.
“Kalau kita baca ayat pertama itu berbunyi bahwa kemerdekaan hak semua bangsa, karena itu penjajahan di dunia ini harus dihapus, itu benar dan kita setuju itu,” tuturnya.
Meski setuju, JK menilai penjajahan Israel sangat berbeda dengan penjajahan Indonesia.
Terlebih ada dua cara untuk menghapus penjajahan yakni dengan cara bertempur dan berunding.
“Tapi kita perlu tahu juga, bahwa untuk menghapus penjajahan itu di dua hal, pertama lewat peperangan, bertempur, seperti kita alami Indonesia,” ungkap JK.
Baca Juga: Salut! Solusi Cerdas Jusuf Kalla Hempas Masalah Israel di Piala Dunia U-20, Apa?
“Kedua, mengadakan perundingan perdamaian seperti yang dilakukan Malaysia,” tuturnya.
Lebih lanjut Jusuf menyebut bahwa peperangan Israel dan Palestina itu dipicu karena masalah internal.
“Nah apa yang terjadi di Israel dan Palestina itu peperangan agak sedikit berbeda karena urusan internal masih diurus oleh Palestina,” sebut JK.
“Tiga kali perang dan selalu setiap kali perang berkurang wilayah Palestina yang dulu, karena itu tidak perang sekarang sangat sulit karena Negaranya itu bukan Palestina sebenarnya, Negara Arab,” lanjutnya.
Peperangan Israel dengan Palestina hanya bisa dihapus dengan perundingan, sehingga JK menilai kehadiran Israel di Indonesia sangat penting.
“Kemudian jalan satu-satunya ya perundingan, jadi kehadiran itu penting untuk kita semua,” pungkas JK.***(Winna Anaziah)

Share this article
Akan tetapi banyak sekali masyarakat Indonesia yang menyayangkan sikap mencampur urusan politik dengan olahraga di Piala Dunia U-20.