AYOJAKARTA.COM - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 korban jiwa dan ratusan korban luka-luka lainnya menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Imbas dari persitiwa yang terjadi pada 1 Oktober 2022, membuat salah satu klub Jawa Tengah Persis Solo mengajukan empat macam tuntutan kepada PT Liga Indonesia Baru.
Klub yang dimiliki oleh seorang putra dari Presiden Republik Indonesia ini menuntut untuk segera ada pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat.
Mereka menuntut adanya reformasi sistematik sebagai upaya perubahan agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari.
Oleh karenanya, Persis Solo menuntut beberapa hal, diantaranya sebagai berikut dikutip AyoJakarta.com dari Persissolo.id:
1. Adanya forum lintas klub, panpel, dan aparat berwenang yang diinisiasi oleh operator liga dan federasi, untuk membahas reformasi standar operasional keamanan di dalam dan di luar stadion.
2. Adanya pihak yang harus bertanggungjawab atas insiden di Kanjuruhan, serta diproses hukum secara transparan dan seadil-adilnya.
3. Peniadaan jam kick-off yang terlalu malam, agar meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Federasi, operator, dan official broadcast harus mempertimbangkan rekomendasi dari klub yang berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan aparat setempat.
4. Adanya reformasi sistematik di dalam kepengurusan ekosistem sepakbola Indonesia sebagai bentuk respons atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, sekaligus bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi masa depan sepakbola Indonesia yang lebih baik.
Pada poin terakhir atau poin kelima, Persis Solo mengancam akan mengajukan mosi tidak percaya jika tuntutan yang diajukan tidak dapat dipenuhi oleh pihak-pihak penyelenggara.
Pengajuan mosi tidak percaya yang dilayangkan Persis Solo dinilai sebagai pernyataan sikap klub.***
Share this article
Persis Solo ancam ajukan mosi tidak percaya imas tragedi Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober 2022 lalu.