AYOJAKARTA.COM— Saksi hidup dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang menyampaikan kesaksiannya dalam acara Mata Najwa, Kamis (6/10/2022).
Salah satuya adalah sosok Yohanes Prasetyo. Lelaki ini sempat viral dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.
Dalam video viral itu,saat kerusuhan di dalam stadion Kanjuruhan terjadi, dia melihat tembakan gas mengarah ke tribun.
Ia mengaku mendengar teriakan anak-anak dan ibu-ibu yang meminta tolong karena serangan gas air mata itu.
Nekat, ia pun turun ke lapangan dan memohon agar aparat tidak menembakkan gas air mata ke tribun, karena di sana banyak anak kecil.
Baca Juga: Bupati Anne Ratna Tulis Pesan Misterius: Bukan Tukang Tuduh, Bukan Pula Tukang Laknat
Dalam video yang diunggah akun instagram @matanajwa, Yohanes menceritakan duka yang ia alami. Sambil terisak ia bertutur.
Awalnya, Yohanes mengaku hendak pulang karena harus bekerja. Meski merasa kecewa karena tim kesayangannya kalah, ia bisa menerimanya.
Ia sengaja hendak keluar menunggu cukup lama, hingga pintu gerbang Stadion Kanjuruhan sepi, namun mendadak ia melihat keributan terjadi.
Baca Juga: Penghargaan Gorgeous Rizky Billar Ditangguhkan, Netizen: Sonny Cocok
“Sambil menunggu ternyata ada keributan itu. Nah ada tembakan gas air mata ke tribun, kalau gak salah tribun 6 atau 7. Setelah itu saya bergegas berdiri mau keluar, takut gak bisa keluar,” kata Yohanes.
Namun ternyata ia juga terkena gas air mata. Ia mengungkap matanya sangat perih hingga tidak bisa dibuka.
“Saya cuman mendengar saudara-saudara saya Aremania minta tolong. Anak kecil minta tolong, ibu-ibu minta tolong, “kata Yohanes sesekali megusap air mata yang mengambang di pelupuknya.
Baca Juga: Jalani Pemeriksaan Hari Ini, Baim Wong dan Paula Verhoeven Hadapi 2 Laporan Sekaligus
Melihat situasi di sekitarnya, dan bermodal kenekatan Yohanes memberanikan diri turun ke lapangan dan memohon kepada polisi.
“Di situ yang membuat saya inisiatif turun ke lapangan, cuman memohon kepolisian tidak meneruskan tembakan itu. Gimana itu pak, kita sama-sama satu Aremania, satu jiwa. Dia merasakan sakit, saya juga merasakan sakit, “beber Yohanes.
Baca Juga: PSSI Tak Ingin Mundur Terkait Tragedi Kanjuruhan, Bagaimana Regulasinya?
Bahkan berulang Yohanes memohon agar aparat tidak melakukan tembakan lagi karena di tribun banyak anak kecil.
“Pak polisi tolong jangan tembakkan gas air mata ke tribun, di situ banyak anak kecil, “ujar Yohanes menirukan ucapannya saat itu.
“Awal pak polisi bilang oo iyo bro, kandanono konco-koncomu,”kata seorang polisi di stadion Kanjuruhan waktu itu.
Dan Yohanes pun mengiyakan.
Namun tanpa diduga muncul satu oknum aparat yang membentak-bentak dirinya, bahkan tanpa basa basi menyerang Yohanes mengarah ke belakang kepala.
Baca Juga: Selamat! Jess No Limit dan Sisca Kohl Ternyata Sudah Gelar Acara Tingjing
“Serangannya beberapa kali, awal serangan dari belakang mengarah ke kepala sini. Saya enggak melihat siapa orangnya, saya enggak lihat identitasnya. Gimana mau lihat, mau lihat ke kanan diserang dari kiri, mau lihat ke kiri diserang ke kanan, “pungkas Yohanes, tampak di di sebelahnya hadir Menko Polhukam Mahfud MD.

Share this article
Saksi Hidup Tragedi Kanjuruhan menceritakan kepiluan saat mendengar teriakan anak kecil, hingga memohon aparat tak menembakan gas air mata