Piala Dunia 2022 Sudah di Depan Mata, Qatar Dianggap Terlalu Kecil Sebagai Tuan Rumah?

Piala Dunia 2022 Sudah di Depan Mata, Qatar Dianggap Terlalu Kecil Sebagai Tuan Rumah?
Piala Dunia 2022 Sudah di Depan Mata, Qatar Dianggap Terlalu Kecil Sebagai Tuan Rumah?

AYOJAKARTA.COM--Ajang sepak bola terbesar yakni Piala Dunia 2022 akan segera digelar dalam waktu dekat.

Qatar telah didapuk menjadi negara tuan rumah pada perhelatan pesta bola terbesar di dunia ini.

Namun, luas geografi negara Qatar dinilai terlalu kecil untuk menjadi penyelenggara event olahraga sepak bola skala besar ini.

Baca Juga: Timnas Inggris Rilis Skuad Piala Dunia, Harry Maguire Masuk Dalam Daftar, Warganet Nilai Performanya!

Dilansir AyoJakarta.com dari akun twitter @ Box2BoxBola Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter mengaku jika Qatar memang terlalu kecil untuk dijadikan sebagai tuan rumah Piala Dunia.

Diketahui Sepp Blatter merupakan Presiden FIFA yang kala itu memberikan status tuan rumah Piala Dunia 2022 kepada Qatar.

Qatar sendiri merupakan negara yang memiliki luas wilayah sebesar 11.581 km.

Baca Juga: Lirik dan Terjemahan Lagu Piala Dunia 2022 'Hayya Hayya' Better Together

Hal tersebut menjadikan Qatar berada dalam peringkat ke 158 dari 195 negara terluas di dunia.

Dengan luas tersebut, negara ini akan diperkirakan didatangi oleh 1,2 juta pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Dibandingkan dengan negara-negara lain yang juga pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia, Qatar merupakan negara yang paling padat.

Baca Juga: Menpora Larang GBK Digunakan Untuk Konser Hingga Piala Dunia, Ternyata Begini Alasannya

Sebelumnya, gelaran Piala Dunia terpadat terjadi di Swiss (1944) dengan enam stadion dan Uruguay di Kota Montevideo (1930) dengan tiga stadion.

Hal yang membedakan Piala Dunia tahun terdahulu dengan tahun ini adalah jumlah negara peserta yang lebih sedikit.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar ini, terdapat delapan stadion dengan jarak yang saling berdekatan.

Baca Juga: Mau Nonton Piala Dunia 2022 di Qatar, Simak Syaratnya!

Jarak terjauh antar stadion di Qatar untuk Piala Dunia 2022 ini hanya berjarak 66-69 km atau satu jam perjalanan.

Namun, prediksi mengenai kedatangan pengunjung yang melimpah ini dibantah oleh Ashley Brown, Head of Suporter Engagement.

Dirinya mengatakan bahwa tidak akan ada banyak suporter bola Inggris yang  datang ke Qatar karena perhelatan Piala Dunia di luar waktu libur sekolah.

Baca Juga: Ironis, Sungguh Dilematis! Daftar 10 Tim Nasional dari Negara Kuat yang Absen di Ajang Piala Dunia 2022 Qatar

Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa Inggris menjadi negara keempat pembeli tiket terbanyak di dunia, setelah Qatar, Amerika Serikat, dan Arab Saudi.

Diluar faktor teknis seperti jadwal pertandingan dan luas wilayah, dapat dipastikan Qatar akan kebanjiran pengunjung sejak 20 November hingga 18 Desember 2022.***  

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# terlalu kecil
# pengunjung
# Piala Dunia 2022
# tuan rumah
# tiket
# Qatar

News Update

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.