AYOJAKARTA.COM – Pertandingan pertama Piala dunia 2022 akan dimulai pada 20 November 2022. Tapi masyarakat belum merasakan adanya demam Piala Dunia, justru Piala Dunia kali ini diprediksi sepi tanpa euforia.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter @PramuajiAjay, diutarakan padangannya tentang kenapa Piala Dunia kali ini tidak mendapat euforia yang sama dengan Piala Dunia sebelum-sebelumnya. Pendapatnya dituliskan dalam sebuah thread.
Terlepas dari kasus, dugaan, dan permasalahan lainnya tentang penunjukkan Qatar sebagai host. Perbedaan Piala Dunia 2022 dari sebelumnya adalah ini kali pertama Piala Dunia diadakan di wilayah Arab atau Timur Tengah. Dan juga pertama kalinya Piala Dunia berlangsung di akhir tahun.
Baca Juga: Siap Piala Dunia 2022, Ini Jadwal dan Stadion Megah untuk Qatar vs Ekuador!
Itu merupakan dua hal yang saling berkaitan. Penggemar sepak bola yang terbiasa menonton Piala Dunia pada bulan Juni-Julli perlu beradaptasi dengan jadwal baru.
Biasanya pada akhir tahun, penonton sepak bola masih berkutat dengan club football. Pada tahun ini terpaksa harus ada jeda supaya Piala Dunia bisa berlangsung.
Hal inilah yang mungkin jadi alasan kenapa Piala Dunia kali ini tidak terasa euforianya. Selain itu ada hal-hal lain yang membuat Piala Dunia ini sepi.
Baca Juga: 12 Alasan Aura Piala Dunia 2022 Sepi Versi Netizen Indonesia, Semuanya Masuk Akal?
Yang pertama adalah bagi generasi yang sudah mengikuti Piala Dunia dalam beberapa angkatan pasti ada pergeseran prioritas karena bertambahnya usia. Jadi walaupun Piala Dunia diadakan 4 tahun sekali, Piala Dunia tidak lagi menjadi hal yang dinantikan.
Kemudian yang kedua, adanya perubahan perilaku dan gaya hidup ke arah digital. Karena teknologi sudah berkembang, khususnya internet dan smartphone, dikatakan masyarakat bisa lebih leluasa mengakses informasi.
Pemilik akun Twitter @PramuajiAjay menyampaikan bahwa menurut algoritma yang sudah diciptakan oleh media sosial, topik informasi yang disajikan kepada pengguna muncul berdasarkan kebiasaan berinteraksi di internet.
“Segala informasi dan konten dengan topik Piala Dunia tahun ini tenggelam dengan topik lain yang lebih sering dicari, misal: club football, KPop/KDrama, kasus yang melibatkan oknum-oknum, berita selebriti, dll,” tulisnya.
Baca Juga: Piala Dunia 2022 Sudah di Depan Mata, Qatar Dianggap Terlalu Kecil Sebagai Tuan Rumah?
Pada beberapa Piala Dunia sebelumnya, hype Piala Dunia tercipta dari iklan atau acara di TV dan berita di media cetak. Sedangkan sekarang ini sudah jarang orang yang menonton acara TV dan membeli koran, orang akan cenderung menggunakan sosial media untuk mendapatkan informasi.
Tidak seperti TV dan media cetak yang serentak memberikan informasi tentang Piala Dunia, sosial media hanya menampilkan informasi-informasi yang dicari dan yang diinginkan saja.
“Jadi menurut saya, pada dasarnya bukan Piala Dunianya yang sepi, tapi karena ada sejumlah perubahan dan perbedaan yang menggeser pola upaya kita untuk mengikuti dan menikmati Piala Dunia tahun ini,” pungkas pemilik akun Twitter @PramuajiAjay.***

Share this article
Bentar lagi Piala Dunia 2022, masyarakat belum merasakan adanya demam, justru Piala Dunia kali ini diprediksi sepi tanpa euforia.