AYOJAKARTA.COM - Pagelaran Piala Dunia 2022 di Qatar berhasil mencuri atensi kancah internasional.
Kini sepak bola kelas dunia itu memasuki babak final antara Argentina dan Prancis di Stadion Lusail.
Terjadwal pada hari Minggu (18/12/2022), malam ini pukul 22.00 WIB puncak Piala Dunia 2022 akan digelar.
Kejutan Piala Dunia 2022 sendiri sudah tercipta sejak hari kedua, di mana pada Grup C di babak penyisihan Argentina yang melegenda dalam dunia persepakbolaan berhasil dikalahkan oleh Arab Saudi dengan skor 1-2.
Begitu juga dengan babak pembuka penyisihan Grup E, Jepang secara mengejutkan berhasil membungkam Jerman dengan skor 1-2.
Atas pencapaian itu, Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino dengan tidak ragu menyebut bahwa babak penyisihan grup Piala Dunia 2022 kali ini berhasil menorehkan sejarah sepanjang tournament paling bergengsi.
"Tidak ada lagi tim besar ataupun tim kecil. Level permainan sudah mulai merata. Ini menunjukan sepak bola benar-benar sudah menjadi permainan global. Dengan sederhana, saya bisa katakan ini adalah penyisihan terbaik di sepanjang sejarah Piala Dunia,'' kata Infantino seperti dilansir dari laman repulika.co.id dengan judul "Qatar Dianggap Sukses Gelar Piala Dunia 2022 yang Penuh Makna", pada Minggu (18/12/2022).
Ditambah lagi soal urusan jumlah penonton, dimana tercatat dalam data FIFA, penonton Piala Dunia 2022 di Qatar kali ini mencapai lebih dari dua miliar penonton, termasuk penonton via siaran langsung dari televisi dan layanan berbayar lainya. Itu merupakan jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Awalnya ada anggapan miring soal perlakukan diskriminatif kepada perempuan di Qatar, namun hal tersebut terbantahkan di Piala Dunia 2022.
Baca Juga: Siapa Juaranya? Tonton Live Streaming Final Piala Dunia 2022 Qatar Argentina vs Prancis di Sini
Di mana para penonton perempuan justru merasa aman dan nyaman saat berada di dalam stadion.
''Pada awalnya, saya merasa Qatar menjadi tempat yang berbahaya buat perempuan. Namun, sejak datang ke sini, hal itu tidak saya rasakan. Bisa dikatakan, saya justru merasa aman,'' ujar wanita asal Inggris, Ellie Molloson.
Ellie diketahui merupakan seorang penggiat kampanye anti seksime di sepak bola. Dia menyebutkan bahwa hak serupa untuk bisa menikmati pertandingan sepak bola stadion pada wanita bisa ia nikmati pada pertandingan kali ini.
Baca Juga: Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia Qatar 2022: Kroasia Tundukkan Maroko dengan Skor 2-1
''Saya rasa, ini karena masyarakat di sini lebih konservatif. Selain itu, pembatasan alkohol juga berpengaruh. Tidak ada lagi godaan, siulan, yang berujung pada pelecehan seksual. Di sini sangat berbeda, tapi jauh lebih nyaman. Tidak hanya untuk wanita, tapi juga untuk keluarga. Atmosfer yang jauh berbeda dibanding di Inggris,'' tutur Molloson.
Rupanya hal tersebut tidak terlepas dari budaya masyarakat Arab, termasuk di Qatar. Dimana nilai ajaran Islam adalah memuliakan tamu. Keramahan penduduk lokal pun patut diacungi jempol dan meraih apresiasi dari masyarakat Internasional.
Apalagi FIFA juga menyoroti dalam segi fasilitas dan sarana pertandingan Piala Dunia 2022 di Qatar, disebut tidak hanya megah dan mewah tapi juga dari fasilitas pendukung dan kesiapan panitia penyelenggaranya sangat baik dan berkelas.
Baca Juga: Jadi Sorotan! Mimpi Buruk Lionel Messi, Szymon Marciniak Bakal Jadi Wasit di Final Piala Dunia 2022
Pujian itu pun datang dari Mantan pengawas Timnas Nigeria, ia menyebutkan bahwa dalam sepanjang karirnya di sepakbola, tidak pernah ia melihat hal yang spektakuler seperti Piala Dunia di Qatar.
Menurutnya, Qatar telah melewati semua tolak ukur dalam menilai kesuksesan sebagai tuan rumah persepakbolaan sekelas Piala dunia.
"Bahkan, di sepanjang karir saya sebagai pesepakbola. Saya tidak pernah melihat hal seperti ini. Qatar sepertinya melewati semua tolak ukur dalam menilai kesuksesan sebagai tuan rumah Piala Dunia,'' kata mantan penggawa Timnas Nigeria.***

Share this article
Berhasil mencuri atensi kancah internasional, Qatar didaulat sebagai tuan rumah sepak bola tersukses sepanjang sejarah ajang Piala Dunia.