AYOJAKARTA.COM – Siaran TV Analog yang sudah dimatikan oleh pemerintah mengharuskan masyarakat memiliki Set Top Box (STB) bagi yang TV yang belum digital.
Hal ini dikarenakan TV analog tidak bisa menangkap sinyal siaran digital jadi perlu adanya perangkat tambahan untuk mendukung, yaitu STB.
Untuk yang masih menggunakan TV analog, tidak perlu khawatir dan tidak perlu mengganti TV analog dengan TV digital. Hanya cukup membeli tuner/STB agar bisa menerjemahkan sinyal digital.
Baca Juga: Cara Nonton Siaran Digital Piala Dunia Tanpa Set Top Box
Namun sebelum membeli STB, masyarakat diharapkan mengerti jenis-jenis STB agar tidak salah beli.
Inilah perbedaan 5 jenis STB yang dikutip dari SuaraCianjur.id pada Ahad, 4 Desember 2022.
1. STB Terestrial atau DVB T2
Ini merupakan jenis STB yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat sebagai bantuan. Penggunaan STB ini tidak memerlukan jaringan internet. Cara mengoperasikannya cukup mudah yaitu hanya menyambungkan kabel antena TV analog penangkap sinyal UHF atau VHF.
Baca Juga: Cara Pasang Set Top Box yang Benar di TV Digital dan Analog agar Siaran Jernih
2. STB TV Box
Ini merupakan jenis STB yang sudah berada di dalam TV. Biasanya ditemui di jenis TV digital jadi tidak perlu membeli STB tambahan dan sudah terdapat pula OS Android di dalamnya.
3. STB Satelit
Jenis STB yang menangkap sinyal menggunakan parabola. Jika masyarakat ingin mendapatkan STB jenis ini maka bisa memesan melalui penyedia layanan TV satelit.
4. STB TV Kabel
Warga bisa mendapatkan STB jenis ini melalui penyedia layanan internet.
Baca Juga: Tonton Siaran TV Digital Tanpa Set Top Box (STB), Cek Caranya di Sini
5. STB WIFI
STB jenis ini hanya bisa digunakan jika terdapat layanan internet. STB yang menggunakan sistem DVB-IPTV (Digital Video Broadcast – Internet Protocol Television).
Masyarakat juga perlu mengetahui perbedaan antara TV analog dan TV digital. TV analog adalah TV yang datanya diambil dari gelombang AM/FM yang bentuknya naik turun.
Sinyal akan ditangkap oleh antena yang kemudian disalurkan ke dalam tuner yang berada di dalam TV. Kemudian tuner akan menerjemahkan gelombang analog tersebut menjadi suara dan gambar.
TV analog mempunyai kelemahan yang khas, karena sinyalnya berupa gelombang naik turun maka mudah terkena gangguan dan bisa berubah bentuk selama perjalanan.
Baca Juga: Nyesel Baru Tahu! Ini Cara Nonton Siaran TV Digital Meski Tanpa Set Top box
Misalnya saja karena jarak yang terlalu jauh, atau ada hujan, badai dan petir. Kualitas siaran TV analog jadi mudah terganggu. Biasanya jika mendapat gangguan ini, TV analog akan menampilkan gambar bersemut atau gambar yang buruk dengan suara 'kresek-kresek'.
Sedangkan TV digital, bentuk datanya bukan berupa gelombang naik turun tetapi berupa rangkaian angka 0 dan angka 1. Jadi di dalam perjalanan data, bentuknya tidak akan berubah.
Tapi meskipun jenis sinyalnya berbeda antara analog dan digital, antena penangkap sinyal yang digunakan tetap sama. Yang membedakan adalah tuner yang berada di dalam TV analog tidak bisa menerjemahkan sinyal digital. Tuner analog tidak akan mengerti sama sekali jika diberi sinyal digital.***

Share this article
Siaran TV Analog yang sudah dimatikan oleh pemerintah mengharuskan masyarakat memiliki Set Top Box (STB) bagi yang TV yang belum digital.