AYOJAKARTA.COM - Kehadiran Apple Inc. kembali mengejutkan pasar laptop global lewat peluncuran MacBook Neo.
Perangkat ini disebut-sebut sebagai MacBook “murah”, namun justru menghadirkan pengalaman premium yang tidak terduga.
Tech reviewer Youtuber Cupu mengaku terkesan sejak pertama kali mencoba perangkat ini.
“Apple akhirnya bikin MacBook murah, tapi begitu gua cobain kok gak berasa kayak laptop murahan ya?” ujarnya.
Dari sisi desain, MacBook Neo tetap mempertahankan DNA khas lini MacBook. Material aluminium daur ulang memberikan kesan solid dan premium.
Bahkan, build quality-nya disebut setara dengan MacBook Air maupun MacBook Pro.
Namun, beberapa kompromi memang dilakukan. Salah satunya ada pada port dan fitur.
MacBook Neo hanya dibekali kombinasi USB 3 dan USB 2, tanpa MagSafe seperti di seri Air dan Pro.
Selain itu, keyboard-nya belum memiliki backlight, dan trackpad-nya masih mekanis, bukan haptic.
“Trackpad Neo ini beneran tombol yang kalau ditekan melesek ke dalam, beda sama Air atau Pro yang pakai haptic feedback,” jelas Youtuber Cupu.
Hal paling menarik tentu ada pada dapur pacu. MacBook Neo menggunakan chip A18 Pro, prosesor yang sama dengan iPhone flagship terbaru. Ini membuat performanya cukup unik di kelas laptop.
Dalam pengujian benchmark, performa single-core MacBook Neo tergolong tinggi.
“Single core-nya dapat sekitar 3.500 poin, gak terlalu jauh dari MacBook Pro gua,” ungkapnya.
Artinya, untuk aktivitas ringan seperti browsing, mengetik, dan editing sederhana, laptop ini tetap terasa gesit.
Namun, untuk pekerjaan berat seperti rendering video atau multitasking intensif, performanya masih tertinggal dari MacBook Pro yang menggunakan chip seri M.
Hal ini diperkuat dengan RAM yang hanya 8GB, yang bisa menjadi keterbatasan untuk penggunaan jangka panjang.
Di sektor layar, MacBook Neo mengusung panel Liquid Retina 13 inci dengan refresh rate 60Hz.
Kualitasnya tetap nyaman untuk konsumsi konten, meski belum menyentuh level XDR seperti di seri Pro.
Dengan harga mulai sekitar Rp11 jutaan, MacBook Neo menjadi opsi menarik bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple dengan budget terbatas.
“Buat tugas ringan, MacBook Neo tetap terasa responsif. Tapi kalau kerja berat, jelas bukan targetnya,” tegas Youtuber Cupu.
Kesimpulannya, MacBook Neo adalah langkah strategis Apple untuk menjangkau pasar lebih luas.
Meski ada beberapa pemangkasan fitur, kombinasi desain premium dan performa efisien membuatnya tetap kompetitif di kelas entry level.***
Share this article
Apple meluncurkan MacBook Neo (~Rp11 juta) dengan chip A18 Pro. Meski tanpa MagSafe dan backlight keyboard, desain aluminiumnya tetap premium. Cocok untuk tugas ringan, namun terbatas untuk kerja.