AYOJAKARTA.COM - Kehadiran MacBook Neo langsung mengguncang pasar laptop global.
Untuk pertama kalinya, Apple menghadirkan MacBook dengan harga yang menyasar segmen menengah, bahkan mendekati laptop murah. Tak heran jika perangkat ini viral dan laris manis di berbagai negara.
Tech reviewer, David GadgetIn, di chanel Youtube-nya menyebut fenomena ini sebagai sesuatu yang tidak biasa.
“Ini MacBook paling murah sepanjang sejarah. Sampai Apple sendiri enggak nyangka bisa sepopuler itu,” ujarnya.
Di pasar global, harga MacBook Neo dibanderol sekitar USD 599 atau setara Rp10 jutaan.
Bahkan, dengan diskon edukasi, harganya bisa turun hingga Rp8 jutaan. Harga ini membuatnya langsung bersaing dengan laptop Windows kelas menengah yang selama ini mendominasi segmen tersebut.
Dari segi desain, MacBook Neo tetap mempertahankan ciri khas Apple. Bodi aluminium memberikan kesan premium yang jarang ditemukan di laptop harga serupa.
“Murah tapi feel pegangnya tetap asik, tetap Apple banget rasanya,” kata David.
Build quality-nya juga solid, bahkan layar bisa dibuka dengan satu tangan, fitur kecil yang jadi indikator kualitas tinggi.
Namun, ada beberapa kompromi. Port yang tersedia hanya dua USB-C, bahkan salah satunya masih USB 2.0.
Layar juga terlihat lebih “jadul” dengan bezel tebal dan tanpa refresh rate tinggi.
Selain itu, keyboard-nya belum dilengkapi backlit, fitur yang justru umum di laptop Windows murah.
Meski begitu, pengalaman penggunaan tetap jadi nilai jual utama. Keyboard nyaman, trackpad presisi, dan speaker disebut sebagai salah satu yang terbaik di kelasnya.
“Speaker-nya enggak ada lawan. Laptop Windows 10 jutaan mana yang bisa kayak gini?” tegas David.
Hal paling menarik tentu ada di jantung performanya. MacBook Neo menggunakan chip Apple A18 Pro, prosesor yang sama dengan iPhone flagship.
Ini menjadi langkah unik Apple dalam menekan harga. Hasilnya cukup impresif untuk penggunaan harian hingga editing ringan. “Prosesor iPhone pun sudah bisa selancar ini,” ungkapnya.
Namun untuk pekerjaan berat seperti rendering video, performanya masih terbatas. Proses render 4K bisa memakan waktu hingga dua jam lebih.
RAM 8GB juga menjadi batasan, meski optimasi macOS membuat multitasking tetap terasa mulus tanpa lag berarti.
Akan tetapi, MacBook Neo bukan tanpa kekurangan, karena storage terbatas, port minim, dan bukan untuk gaming serius.
Namun secara keseluruhan, perangkat ini menawarkan value yang sulit ditandingi.
“Kalau harganya bisa di bawah Rp10 juta, ini bisa jadi ‘MacBook gaib’ yang susah banget dilawan,” tutup David GadgetIn.***
Share this article
MacBook Neo viral karena harga Rp10 jutaan dengan bodi premium. Meski bezel tebal dan port minim, chip A18 Pro miliknya sangat lancar untuk harian. Value tinggi yang mengancam dominasi laptop Windows.