AYOJAKARTA.COM - Isi percakapan seseorang melalui aplikasi WhatsApp seringkali dijadikan bukti atau alat untuk memperkuat suatu pernyataan.
Dengan menggunakan tangkapan layar yang diambil dari tampilan aplikasi WhatsApp, pernyataan seseorang menjadi lebih meyakinkan.
Namun sayangnya, tangkapan layar yang diambil dari tampilan aplikasi WhatsApp justru lebih sering disalahgunakan.
Baca Juga: Tips WhatsApp: Cara Berhenti Mengikuti Saluran di WA, Gampang Banget
Sehingga kabar tidak benar, berita bohong atau bahkan fitnah bisa dengan mudah tersebar luas di masyarakat.
Karenanya, pengguna WhatsApp perlu secara jelas memahami dan menyadari bahwa pesan yang ditampilkan bisa merupakan hasil tipuan atau rekayasa.
Untuk lebih menumbuhkan sikap waspada dan berhati-hati, mengenali cara kerja pelaku penyebar hoaks melalui chat WhatsApp penting diketahui.
Baca Juga: Trik Keren Ubah Suara dari Video TikTok Jadi Nada Dering WhatsApp, Cukup Pakai Link Ini!
Agar tidak mudah menjadi korban fitnah atau berita palsu yang bersumber dari chat palsu, berikut adalah langkah-langkah pembuatannya.
Pertama, pelaku manipulasi chat biasanya akan membuka aplikasi Google Chrome melalui perangkatnya untuk menulis kata kunci.
Langkah kedua, akan menulis di kolom pencarian Google dengan menggunakan kata kunci fake detail com.
Berikutnya, manipulator atau penipu akan memilih Fake WhatsApp Chat Generator untuk mulai membuat rincian berita chat palsu.
Dari halaman situs tersebut, kemudian dilakukan pengaturan untuk menentukan jenis tampilan baik menyerupai tampilan iPhone ataupun Android.
Setelah melakukan pengaturan tampilan, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah dengan mengatur jam serta komposisi baterai.
Dengan cara ini, maka nantinya hasil dari chat palsu tersebut akan terlihat seperti dari dua jenis perangkat berbeda.
Selain pengaturan nama, kapasitas baterai serta jam, juga dapat dilakukan pengaturan lain seperti nama orang dalam chat palsu tersebut.
Apabila setia pengaturan di bagian ini sudah dilakukan, langkah selanjutnya adalah dengan mulai melakukan pengetikan atau isi chat.
Baca Juga: Tips WhatsApp: Cara Video Call Grup Hingga 32 Orang, Bisa dari Chat Individual
Dari isi chat ini, kemudian bisa disesuaikan dengan maksud dari pembuatan chat palsu atau tujuan membuat kabar bohong menggunakan tampilan chat WhatsApp.
Pada tahap ini, orang atau penyebar berita bohong akan berperan seperti menjadi dua orang berbeda yang sedang bertukar pesan.
Setelah isi pesan selesai dibuat, langkah terakhirnya adalah dengan mengunduh atau mendownload hasil chat palsu tersebut.
Baca Juga: Tips Hapus Fitur WhatsApp Channel, Praktis Buat Pengguna yang Tak Ingin Terhubung dengan Siapapun
Dengan chat WhatsApp palsu ini, maka penyebar kabar palsu atau berita bohong akan mulai mendapat keuntungan dari tindakannya.
Agar tidak mudah memakan berita fitnah, perlu diketahui bahwa setiap orang memiliki cara atau keunikan tersendiri ketika sedang menulis pesan.
Demikian seperti dirangkum AyoJakarta.com pada Sabtu, 30 September 2023 dari akun Instagram @kendedes_komputer.***

Share this article
Pengguna WhatsApp perlu secara jelas memahami dan menyadari bahwa pesan yang ditampilkan bisa merupakan hasil tipuan atau rekayasa.