Heboh! Tersangka Kasus Bullying Dokter Aulia, Zara Yupita Lulus Ujian Komprehensif Nasional, Keluarga Korban: Ini Tidak Adil!

Illustrasi. Miris, salah satu pelaku bullying dokter Aulia Risma Lestari PPDS UNDIP yang bunuh diri, Zara Yupita lulus ujian komprehensif nasional
Illustrasi. Miris, salah satu pelaku bullying dokter Aulia Risma Lestari PPDS UNDIP yang bunuh diri, Zara Yupita lulus ujian komprehensif nasional

AYOJAKARTA.COM – Update kasus dugaan perundungan dan pemerasan yang menimpa dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip), kembali memicu perhatian publik.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, salah satu tersangka justru dinyatakan lulus dalam Ujian Kompetensi Nasional Dokter Spesialis.

Tersangka tersebut adalah dokter Zara Yupita Azra (ZYA), residen Anestesiologi yang kini tengah menjalani proses hukum atas dugaan terlibat dalam kasus bullying yang diduga kuat berkontribusi terhadap kematian dokter Aulia.

Baca Juga: Link dan Cara Daftar Akun SIAPKerja Kemnaker: Dapatkan Akses Lowongan hingga Sertifikasi Gratis!

Pengumuman kelulusan ZYA disampaikan melalui akun resmi Instagram Kolegium Anestesiologi Indonesia, @kolegium.anestesiologi, pada 13 April 2025.

Penetapan ZYA sebagai tersangka dilakukan oleh Polda Jawa Tengah pada akhir Desember 2024 lalu.

Ia ditetapkan bersama dua orang lainnya: Taufik Eko Nugroho, Kepala Program Studi PPDS Anestesiologi Undip, serta staf administrasi Sri Maryani. Namun, hingga kini belum ada tindakan penahanan terhadap ketiganya.

Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, keluarga korban merasa sangat terpukul dengan kabar ini. Mereka menganggap hal ini sebagai bentuk ketidakadilan karena proses hukum terhadap para tersangka yang belum menemui kejelasan.

“Ini jelas sangat mengecewakan. Kami akan meminta Kementerian Kesehatan untuk meninjau kembali kelulusan tersebut. Jika perlu, kami tempuh jalur hukum,” ujar Misyal Ahmad, kuasa hukum keluarga almarhumah dokter Aulia.

Misyal menambahkan bahwa keluarga korban kini berada dalam situasi penuh keprihatinan.

Mereka melihat tidak adanya progres hukum yang nyata, bahkan dua tersangka lain pun masih bebas beraktivitas seperti biasa.

Menurut Misyal, ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum dalam kasus ini. Ia berharap proses penyidikan segera rampung dan para tersangka segera mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

Baca Juga: Transaksi KJP Plus 2025 Dijamin Aman, Ini Cara Gunakan Dana Non-Tunai di Bank DKI

Kasus yang sedang ditangani oleh Polda Jawa Tengah tersebut kini masih berada dalam tahap penyidikan.

Kepolisian menyatakan bahwa mereka belum dapat melakukan penahanan karena berkas perkara belum lengkap untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Ketiga tersangka telah dijerat dengan Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dengan kekerasan, Pasal 335 ayat 1 tentang pengancaman dan Pasal 378 tentang penipuan.

Jika terbukti bersalah, mereka akan terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.

ZYA disebut sebagai senior yang paling dominan dalam proses perundungan. Ia diduga aktif membuat aturan sepihak, menjatuhkan hukuman, hingga melakukan intimidasi verbal kepada juniornya.

Sementara itu, Taufik sebagai pimpinan program studi dituding menyalahgunakan kewenangan demi keuntungan pribadi melalui pungutan tidak resmi atas nama biaya operasional pendidikan (BOP).

Adapun Maryani diduga ikut terlibat dalam pengumpulan dana BOP dan memintanya secara langsung kepada bendahara program.

Baca Juga: GRATIS! TransJakarta, MRT, dan LRT Bisa Dinikmati Perempuan Tanpa Bayar di Hari Kartini!

Publik pun turut menyoroti kelambanan penanganan kasus ini. Banyak yang mempertanyakan mengapa tersangka yang sudah ditetapkan sejak empat bulan lalu belum juga ditahan dan masih bisa melanjutkan aktivitas akademik dan profesional.

Kementerian Kesehatan pun mulai mendapat desakan agar turut andil dalam mengevaluasi kelulusan ZYA, mengingat proses hukum yang belum tuntas.

Kasus ini menjadi refleksi serius mengenai pentingnya perlindungan terhadap mahasiswa kedokteran dan perlunya perbaikan sistem pengawasan dalam dunia pendidikan profesi medis.

Kalangan masyarakat, terutama rekan seprofesi dan akademisi, mendesak agar kasus ini tidak berakhir tanpa kejelasan hukum.

Kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan dan kesehatan dapat tergerus jika penegakan hukum tidak dijalankan secara adil dan transparan.

Keluarga dokter Aulia berharap, kematian putri mereka tidak menjadi sia-sia, dan keadilan dapat benar-benar ditegakkan demi masa depan dunia pendidikan kedokteran di Indonesia.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Zara Yupita Azra
# Taufik Eko Nugroho
# Aulia Risma Lestari
# perundungan
# Bullying
# PPDS
# lulus ujian
# Undip
# Bunuh diri

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.