3 Temuan Penyebab Pecahnya Jembatan Kaca di Banyumas, Salah Satunya Tak Ada Perawatan dan SOP

Jembatan kaca di The Geong Hutan Pinus Limpakuwus, Banyumas
Jembatan kaca di The Geong Hutan Pinus Limpakuwus, Banyumas

AYOJAKARTA.COM – Kompol Agus Supriadi selaku Kasat Reskrim Polresta Banyumas mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan menemukan beberapa penyebab pecahnya jembatan kaca di Kecamatan Sumbang, Banyumas.

Setidaknya ada tiga temuan yang menjadi penyebab pecahnya jembatan kaca di Banyumas.

Berikut ini ulasannya yang dirangkum ayojakarta.com dari republika.co.id, Jumat (27/10/2023).

Baca Juga: Kunjungi Banyumas, Anies-Cak Imin Ikut Serta Tradisi Kelompencapir, Apa Itu?

1. Ketebalan Kaca

Agus Supriadi menyampaikan bahwa ketebalan kaca yang menjadi pijakan jembatan tersebut terlalu tipis.

Selain ketebalan kaca, rangka besi yang digunakan pada jembatan juga belum memiliki izin kelayakan.

"Kita sudah mengecek kaca ataupun besinya karena kacanya itu tebalnya 1,2 cm, terlalu tipis. Kemudian kerangkanya (besi) juga tidak ada uji kelayakannya," ucap Agus Supriadi dikutip ayojakarta.com dari Republika.co.id, Jumat (27/10/2023).

Untuk memenuhi standar keamanan, pijakan kaca setidaknya harus setebal 5 cm.

Hal ini jauh dari yang diterapkan pada jembatan kaca di Banyumas.

Baca Juga: Kunjungi Bale Pustaka Milik Budayawan dan Sastrawan di Banyumas, Anies Baswedan: Bertamu ke Masa Lalu

2. Tak ada perawatan dan SOP

Diketahui juga bahwa pihak pengelola tak pernah melakukan perawatan khusus terhadap jembatan kaca.

Pembangunan jembatan kaca juga tidak pernah melalui proses uji kelayakan sebelum akhirnya beroperasi.

"Pintu masuk tidak ada papan peringatan, himbauan, larangan bagi pengunjung yang masuk wahana," ucap Agus Supriadi.

Agus Supriadi juga menyampaikan bahwa pihak pengelola hanya sekali memberikan arahan kepada staf, setelah itu tidak pernah ada lagi arahan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP).

Staf tiket atau penjaga pintu masuk wahana juga dikatakan tidak mengetahui terkait SOP Keamanan dan Keselamatan pengunjung.

Baca Juga: Berkunjung ke Banyumas, Anies Diteriaki Presiden di 'Kandang Banteng'

3. Tak adanya ekstra pengaman

Wahana jembatan kaca ini tidak memiliki ekstra pengaman seperti jaring yang berfungsi untuk memberikan keamanan pada pengunjung apabila terjadi suatu hal yang tak diinginkan.

"Jadi tidak ada SOP ini, ada indikasi kelalaian dari pengelola pariwisata yang membuat wahana ini jadi bahaya," ujar Agus Supriadi.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Agus Supriadi
# SOP
# Jembatan Kaca
# Banyumas

News Update

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.