AYOJAKARTA.COM — Sebuah video viral di media sosial yang memperlihat sisi beratnya menjadi seorang ibu terutama saat sang anak sedang mengalami tantrum.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @viralsekali, pasangan ibu dan anak ini harus rela diturunkan oleh petugas KRL karena sang anak yang rewel karena tantrum dan tak mau diam.
Terlihat dalam video, anak tersebut sudah berusaha ditenangkan oleh sang ibu, namun rupanya tetap tak mau diam dan terus menangis.
Entah karena takut mengganggu penumpang yang lain atau ada alasan lain, petugas KRL meminta si ibu dan anak ini untuk turun dari KRL.
Si ibu dan anak tersebut nampak ditemani seorang wanita yang belum tahu apakah itu saudara atau temannya, yang juga mau tidak mau harus turun dari kereta.
Dalam video yang diunggah tersebut, si perekam menyatakan kasihan melihat kondisi si ibu dan anak ini, padahal ibunya sudah berusaha untuk menenangkan sang anak.
“Kasihan ibunya, sudah berusaha buat menenangkan anaknya yang rewel, Tapi ibunya gagal dan akhirnya diturunin sama petugas (emot menangis),” ujar si perekam dalam video, dikutip Selasa, 13 Juni 2023.
Usai turun pun, sang anak masih terlihat rewel dan terus menangis.
Baca Juga: Viral Siswa Kelas 1 SMP di Lahat Ngaku Diintimidasi Pihak Kejaksaan, Kini Minta Bantuan Presiden
Sang ibu pun tampak terus mencoba menenangkan sang anak yang tantrum tersebut.
Para warganet yang melihat video tersebut merasa kasihan dan justru mempertanyakan sikap petugas KRL.
Mereka menilai seharusnya petugas KRL paham bahwa itu memang kondisi yang akan dialami anak-anak dengan umur seperti yang ada di video.
Seharusnya tak perlu sampai menurukan si ibu dan anak tersebut.
Baca Juga: Seblak Coet Rafael Tan Viral di TikTok, Ini Resep dan Cara Membuatnya
“Kenapa diturunkan???? Yg belum pernah ada dlm proses spti ibu ini mohon untuk jgn hujat dia tdk becus ya. Anak yg tantrum mau diapakan jg tdk akan mempan, krn dia tdk bisa mengungkapkan apa yg dirasakan dgn kata kata, akhirnya dgn meronta dan berteriak menangislah cara dia mengespresikannya. Anaknya hrs dibiarkan dulu meluapkan emosi itu sambil ditunggui ,jika sdh mereda baru dipeluk dan diajak ngobrol tipis antara ortu dan anak. Tp tdk semua ortu paham itu, dan tdk semua org jg mengerti,” ujar akun @annattis.
“Kasihannya, kenapa diturunkan? Penumpang lain terganggu kah? Mungkin cm ngantuk, bentar jg berhenti tantrumnya,” timpal akun @hlhh2000.
“KAI harus intropeksi....jargon "ramah anak" dari pemerintah tampaknya tdk sampai ke KAI,” tulis akun @aldi.pratomo.***
Share this article
Viral di media sosial yang memperlihat sisi beratnya menjadi seorang ibu terutama saat sang anak sedang mengalami tantrum di KRL.