AYOJAKARTA.COM - Gaduh peneliti BRIN bernama Andi Pangerang Hasanuddin yang melakukan pengancaman pembunuhan kepada warga Muhammadiyah melalui media sosial berakhir pelaporan polisi.
Pelaporan polisi tersebut dilakukan oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ke Bareskrim Polri, Jakarta pada Selasa (25/4/2023).
Selain itu, beberapa pengurus Muhammadiyah yang berada di daerah juga melakukan hal yang sama.
Termasuk yang dilakukan di Polres Jombang tempat domisili Andi Pangerang Hasanuddin.
Dikutip AyoJakarta.com dari suara.com dengan judul Fakta Baru Peneliti BRIN AP Hasanuddin Usai Diperiksa Polisi, Ibunya Ternyata Warga Muhammadiyah pada Rabu (27/4/2023), pelaporan yang dilakukan tersebut terkait dugaan tindak pidana fitnah, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.
Setelah pelaporan tersebut diproses, Andi Pangerang Hasanuddin kemudian datang memenuhi panggilan pihak kepolisian guna dilakukan pemeriksaan.
Berdasarkan hasil keterangannya, sejumlah fakta akhirnya terbuka salah satunya adalah terkait status Ibu Andi Pangerang Hasanuddin yang ternyata merupakan salah satu pengikut Muhammadiyah.
Hal tersebut disampaikan oleh Aldo Febrianto saat memberikan keterangan kepada awak media.
Baca Juga: Terungkap Fakta Ibu Kandung Peneliti BRIN AP Hasanuddin Ternyata Warga Muhammadiyah
Selain itu, disampaikan pula bahwa yang bersangkutan sempat dimarahi oleh sang ibu dan kini telah menyesali perbuatannya.
"Ibunya juga seorang Muhammadiyah ternyata, tadi dia (Andi) sempat dimarahin ibunya juga," kata Aldo Febrianto.
Hingga saat ini, masih dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Sementara itu, status Andi Pangerang Hasanuddin masih sebagai saksi.***

Share this article
Andi Pangerang Hasanuddin Peneliti BRIN yang mengancam membunuh warga Muhammadiyah ternyata sempat dimarahi ibundanya.