AYOJAKARTA.COM---Pemeriksaan akhirnya dilakukan kepada peneliti BRIN Andi Pangerang (AP) Hasanuddin oleh pihak kepolisian atas kasus ujaran kebencian dan mengancam warga Muhammadiyah.
Peneliti BRIN AP Hasanuddin secara blak-blakan memberikan komentar kasar bahkan ada ancaman pembunuhan kepada warga Muhammadiyah buntut beda 1 Syawal 1444 H.
AP Hasanuddin memenuhi panggilan polisi di Polres Jombang pada Selasa (25/4/2023) untuk dilakukan pemeriksaan atas kasusnya tersebut berdasarkan laporan yang masuk.
Baca Juga: Usai Viral Oknum Pegawainya Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Begini Tindakan Tegas BRIN!
Setelah diperiksa kurang lebih dua jam lamanya mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, ada sejumlah fakta baru yang didapat oleh pihak kepolisian dari AP Hasanuddin.
Berdasarkan pemeriksan terungkap fakta bahwa ibu kandung dari AP Hasanuddin rupanya adalah warga Muhammadiyah.
Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Jombang, AKB Aldo Febrianto seperti dikutip Ayojakarta.com pada laman Suara.com, Rabu (26/4/2023).
AKB Aldo juga mengatakan bahwa usai viral komentarnya di sebuah akun Facebook dan mendapat berbagai kecaman, AP HAsanuddin
"Ibunya juga seorang Muhammadiyah ternyata, tadi dia (Andi) sempat dimarahin ibunya juga," ujar AKB Aldo.
Selain itu AKB Aldo juga mengatakan bahwa AP Hasanuddin telah bersikap kooperatif saat melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Gaduh Komentar Kasar Pegawai BRIN hingga Ada Ancaman Bunuh, Begini Reaksi Keras Pemuda Muhammadiyah!
AP Hasanuddin juga mengakui kesalahannya dan mengaku khilaf atas perbuatannya memberikan komentar kasar kepada warga Muhammadiyah di media sosial.
Pemeriksaan terhadap AP Hasanuddin dilakukan usai adanya laporan resmi dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ke Bareskrim Polri, Jakarta pada Selasa (25/4/2023).
Tak hanya PP Pemuda Muhammadiyah, namun beberapa pengurus Muhammadiyah di wilayah lain juga melaporkan sang peneliti BRIN tersebut ke polisi.
Kasus yang dilaporkan atas AP Hasanuddin adalah terkait tindak pidana fitnah, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.
AP Hasanuddin viral usai memberikan komentar kasar menanggapi tulisan Thomas Djamaludin yang juga merupakan salah satu Profesor di BRIN.
Hal itu dipicu lantaran perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 H antara Muhammadiyah dan Pemerintah-NU.
Muhammadiyah yang menetapkan lebih dahulu 1 Syawal 1444 H meminta fasilitas umum sebagai tempat untuk melangsungkan Salat Idul Fitri ditanggapi nyinyir oleh Thomas Djamaludin.
Hal ini akhirnya menimbulkan reaksi kasar dari AP Hasanuddin hingga mengucapkan ancaman membunuh warga Muhammadiyah satu per satu.
Tindakan ini berakibat kemudian memicu kemarahan warga Muhammadiyah karena dinilai provokatif dan tidak mencerminkan kebijaksanaan serta akhlak yang baik dalam menanggapi perbedaan.***

Share this article
Berdasarkan pemeriksan terungkap fakta bahwa ibu kandung dari AP Hasanuddin rupanya adalah warga Muhammadiyah.