AYOJAKARTA.COM – Buntut pengeroyokan sejumlah oknum TNI di Boyolali terhadap pendukung Ganjar-Mahfud MD, membuat Panglima TNI angkat bicara.
Menurut Jenderal TNI Agus Subiyanto, upaya-upaya perdamaian telah dilakukan oleh jajarannya terhadap para pendukung Ganjar-Mahfud MD yang terlibat.
Dalam keterangan resminya, Panglima TNI menyebut telah memberikan santunan kepada sejumlah pendukung Ganjar-Mahfud MD.
“Saya rasa itu ranahnya Bapak KASAD, sudah memerintahkan unsur terkait untuk menangani masalah ini,” jelas Panglima TNI.
Lebih lanjut, Panglima TNI juga menjelaskan bahwa Komandan Distrik Militer atau Dandim setempat juga telah memberikan santunan.
Menyikapi pemberian santunan tersebut, keluarga relawan Ganjar-Mahfud MD memilih untuk mengembalikan bingkisan.
Langkah tersebut ditempuh para relawan, sebagai bentuk penolakan permintaan maaf kepada oknum anggota TNI Raider 408 Suhbrastha.
Para keluarga relawan Ganjar-Mahfud MD yang sempat menjalani perawatan, berharap agar proses hukum segera dilakukan hingga tuntas.
Akibat peristiwa tersebut, relawan Ganjar-Mahfud MD mengalami luka di bagian kepala hingga kaki.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Dwiratno yang merupakan perwakilan dari keluarga korban.
“Katanya dia dihadang TNI, lalu dihajar di tempat, dua-duanya masih dirawat di rumah sakit, parah bagian kepala sampai kaki,” jelasnya.
Sehubungan dengan adanya kabar perihal pengeroyokan tersebut, cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming memberi tanggapan.
Kepada awak media, Gibran mengingatkan pentingnya seluruh pihak untuk menjaga ketertiban selama berkampanye.
“Jangan terpancing pokoknya yang aman semua, kalau mau kampanye ya kampanye yang tertib, jangan pakai knalpot brong,” jelas Gibran.
Sebelumnya, sejumlah oknum TNI diketahui melakukan aksi pengeroyokan terhadap sejumlah relawan Ganjar-Mahfud MD yang tengah melintas di depan markas.
Para oknum TNI menganggap penggunaan knalpot brong atau tidak standar di sepeda motor para pendukung Ganjar-Mahfud MD sudah mengganggu ketertiban.
Terkait dengan adanya pengeroyokan yang dilakukan oknum TNI, Andika Perkasa yang merupakan Wakil Ketua Tim TPN Ganjar-Mahfud MD memberi pernyataan.
Menurut Mantan Panglima TNI tersebut, sejumlah anggota militer yang terlibat atau berada di area tersebut harus bertanggung jawab secara hukum.
“Terlibat ini bukan hanya yang melakukan penganiayaan, tetapi juga yang membantu tindak penganiayaan ini terjadi dan tidak ada yang menghentikan,” jelas Andika.
Lebih lanjut Andika juga menyebut agar Danyon atau Komandan Batalyon, Danki atau Komandan Kompi untuk ikut memastikan proses hukum berjalan.
“Danyon, Danki dari oknum prajurit yang diduga sebagai tersangka ini, harus membantu memastikan proses penegakan hukum,” tegas Andika dikutip Ayojakarta, Selasa 2 Januari 2024 dari Kompas TV.

Share this article
Buntut pengeroyokan sejumlah oknum TNI di Boyolali terhadap pendukung Ganjar-Mahfud MD, membuat Panglima TNI angkat bicara.