AYOJAKARTA.COM - Saka Tatal merupakan salah satu mantan terpidana dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina Cirebon.
Saka Tatal mengaku bahwa ia adalah korban salah tangkap oleh polisi. Pengakuan mengejutkan ini membuat sosok Saka Tatal ramai diperbincangkan oleh publik.
Ia menyampaikan pengakuan tersebut dalam sesi wawancara di program siaran langsung tvOneNews pada Senin, 22 Mei 2024.
Saat wawancara berlangsung, Saka didampingi oleh pengacaranya, Titin Prialianti. Dalam wawancara tersebut, Saka menceritakan kronologi penangkapannya.
“Pas penangkapan Saya baru bangun tidur sore, main ke rumah nenek saya, ada adiknya si Eka Sandi. Eka Sandi itu Paman saya yang di dalam minta mengantar isi bensin. Awalnya saya tidak mau, tapi saya sekalian mau main bola juga. Ya udah saya mau. Habis itu saya ngisi bensin. Selesai ngisi bensin motornya pun minta dikasihin ke Eka sandi. Eka sandi ada berada di SMP 11” Ucap Saka Tatal, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube tvOneNews, pada Rabu, 22 Mei 2024,
“Pas saya mau ngasihin, golongan Eka Sandi yang lainnya sudah ditangkap. Saya nyamperin situ tanpa penjelasan apa pun, saya juga ikut ditangkap tanpa ada penjelasan apa pun. Saya pernah bertanya, Pak salah saya apa? Enggak ada keterangan apa pun, langsung dibawa, langsung dimasukin ke mobil” lanjutnya.
Baca Juga: PPDB 2024 Semakin Dekat, Cek 10 SMA Terbaik Yogyakarta berdasarkan Nilai UTBK SNBT Resmi LTMPT
Selain itu, Saka Tatal juga mengatakan ia terpaksa mau dimasukkan ke dalam penjara karena ia dipukulin sama polisi dan disiksa disuruh mengaku.
“Karena terpaksa saya waktu ditangkap saya dipukulin sama polisi, diinjak-injak, disiksa, disetrum. Walaupun saya dikasih makan, dikasih makan kayak binatang dilempar nasi ke lantai. Nasi itu acak-acakan di lantai suruh dimakan. Kalau gak dimakan dipukulin lagi” Ucapnya.
Ia juga mengaku yang melakukan hal tersebut adalah Polisi dari Polresta Cirebon.
“Polisi, Polresta Cirebon dan sampai suruh minum air kencing yang 1 liter gede tu suruh minum semua-muanya yang ada di situ termasuk saya dan teman-teman saya juga” katanya.
Saka Tatal juga mengatakan ia tidak mengenal satu orang yang bernama Rivaldi.
Baca Juga: Diisukan Bakal Diusung PDIP Dalam Pilgub Jakarta 2024, Anies Baswedan: Mana Dokumen Resminya?
“Saya juga dan ada satu orang saya gak kenal Rivaldi saya gak kenal sama sekali” ucapnya.
Saka juga mengaku bahwa ia tidak mengetahui dari 7 orang tersebut apakah ada yang mengaku melakukan penganiayaan, pemerkosaan terhadap korban.
“Saya enggak tahu karena saya kan posisi waktu di malam kejadian ada di rumah saya juga ada saksi, saksi saya sampai sekarang masih ada” ujar Saka Tatal.

Share this article
Saka Tatal mengaku bahwa ia adalah korban salah tangkap oleh polisi. Pengakuan mengejutkan ini membuat sosoknya ramai diperbincangkan.