AYOJAKARTA.COM – Memiliki julukan King of Pop, kehidupan pribadi Michael Jackson semasa hidup selalu menjadi sorotan dunia.
Menjadi salah satu dari segelintir manusia paling dikenal, Michael Jackson sempat berencana menggelar konser bertajuk This is It pada 25 Juli 2009.
Konser yang sedianya akan digelar di London, Inggris tersebut urung dilakukan karena Michael Jackson dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 25 Juni 2009.
Kabar kematian pria yang sering diabreviasi menjadi MJ juga membuat layanan internet di seluruh penjuru dunia terpaksa beristirahat untuk mengatur kata kunci pencarian.
Baca Juga: 5 Fakta Gelang Xyloband Konser Coldplay: Dibuat oleh Penggemar dan Wajib Dikembalikan
Karena telah kehilangan sosok paling banyak dikagumi, kematian MJ yang begitu mendadak membuat berbagai pihak mulai berspekulasi.
Terlebih karena Travis Payne yang merupakan penata tari serta Manajer MJ yaitu Frank Dileo memberikan komentar positif sebelum kematian.
Keduanya menilai, MJ terlihat sangat bahagia dan terkesan sangat siap menggelar konser yang direncanakan sendiri.
Tak ingin kematian MJ membawa kesan buruk bagi instansi penegak hukum di Amerika Serikat, polisi langsung melakukan penyelidikan.
Baca Juga: Teuku Ryan Bagikan Blank Post di Medsos, Pertanda Apa? Penggemar Langsung Berdoa
Dari hasil investigasi, ahli jantung bernama Conrad Murray yang merupakan dokter pribadi Michael Jackson kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menduga Murray sengaja menyuntikan banyak dosis propofol yang membuat pria kelahiran 29 Agustus 1958 tersebut akhirnya meninggal dunia.
Sebelum melibatkan Murray, MJ juga sempat meminta seorang ahli anestesi bernama Cherilyn Lee untuk menyuntikkan propofol namun sempat ditolak karena alasan medis.
Setelah mengetahui MJ mendapat penanganan khusus dari ahli jantung bernama Conrad Murray, Lee akhirnya bersedia menuruti permintaan tersebut.
Tepat sebulan menjelang pelaksanaan konser, MJ dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14:26 waktu setempat akibat gagal jantung setelah dikabarkan mengalami sejumlah gangguan kesehatan.
Akibat dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian, Murray yang mendampingi MJ selama 11 hari divonis empat tahun penjara.
Di tahun kedua masa hukuman, Murray dinyatakan bebas penuh karena dinilai selalu berperilaku baik.
Hukuman yang singkat dan kematian mendadak, membuat banyak pihak meyakini MJ tidak benar-benar meninggal dunia melainkan hanya menghindari Paparazi.
Baca Juga: Beralih Pakai Jasa Penulis Lepas, Majalah National Geographics Janjikan Ini Kepada Para Penggemar
Anggapan tersebut muncul setelah petugas paramedis yang menjemput mengaku tidak mengenali dengan baik sosok pria yang dibawanya dari kediaman MJ.
Selain terdapat banyak kejanggalan terkait kronologi dan ekspresi keluarga, dugaan MJ masih hidup juga kembali mencuat setelah sosok Dave Dave muncul di televisi.
Mengaku sebagai penyintas peristiwa luka bakar, Dave Dave justru dianggap memiliki terlalu banyak kesamaan spesifik oleh penggemar Michael Jackson.***

Share this article
Dikabarkan meninggal dunia belasan tahun silam, sosok ini diyakini sebagai Michael Jackson yang masih hidup oleh penggemar.