AYOJAKARTA.COM - Para mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menuntut pembatalan kenaikan PPN 12%.
Aksi yang dikoordinir oleh Serikat Mahasiswa Para Madinah ini diikuti sekitar 100 mahasiswa yang dipimpin oleh Hudan Lil Muttaqin selaku Deputi SEMA.
Dalam aksinya, para demonstran secara tegas mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menggunakan hak prerogatifnya membatalkan kenaikan PPN dari 11% menjadi 12%.
Tuntutan ini didasari oleh keprihatinan mendalam terhadap dampak kenaikan PPN 12% yang dinilai semakin memberatkan beban ekonomi masyarakat.
Terutama kalangan menengah kebawah yang sedang berjuang menghadapi berbagai tekanan ekonomi seperti kenaikan harga bahan pokok, tarif listrik, dan biaya pendidikan.
Permasalahn utama yang disoroti para mahasiswa adalah ketidaksesuaian waktu pemberlakuan kenaikan PPN 12% dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia saat ini.
Mereka mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi pasca pandemi.
Ditambah dengan berbagai tekanan inflasi dan ketidakstabilan harga kebutuhan pokok.
Para demonstran juga mengkritisi minimnya transparansi penggunaan dana pajak selama ini, di mana masyarakat belum merasakan dampak signifikan dari pembayaran pajak.
Yaitu terhadap peningkatan fasilitas publik, layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang memadai.
Baca Juga: Perbandingan Kamera Oppo Find X8 vs Vivo X200 Pro Mini, Mana Paling Unggul dalam Fitur?
Kenaikan PPN 12% dinilai hanya akan menambah penderitaan masyarakat tanpa adanya jaminan perbaikan kesejahteraan yang nyata.
Dalam orasinya, para mahasiswa menyoroti proses penetapan kebijakan kenaikan PPN 12% yang dinilai tidak melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif.
Mereka mengkritik pemerintah yang dianggap mengambil keputusan secara sepihak tanpa melakukan kajian mendalam tentang dampak sosial ekonomi terhadap berbagai lapisan masyarakat.
Para demonstran menuntut dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perpajakan nasional, termasuk pengkajian ulang tarif pajak yang lebih proposional sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.
Mereka juga mendesak pemerintah untuk terlebih dahulu memaksimalkan penagihan pajak kepada wajib pajak besar.
Dan mengatasi kebocoran pajak sebelum menaikkan tarif PPN 12% yang membebani masyarakat umum.
Sebagai bentuk keseriusan tuntutan mereka, Hudan Lil Muttaqin menegaskan bahwa gerakan mahasiswa siap meningkatkan intensitas aksi jika pemerintah tidak merespons tuntutan pembatalan kenaikan PPN 12%.
Mereka berencana melakukan mobilisasi massa yang lebih besar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Termasuk serikat pekerja, pedagang kecil, dan kelompok masyarakat sipil lainnya yang terdampak kebijakan ini.
Baca Juga: Reseller Apple Bocorkan Harga iPhone 16 Series di Indonesia dan Tanggal Rilisnya
Para demonstran juga akan melakukan berbagai bentuk aksi kreatif seperti kampanye media sosial, petisi online, dan dialog publik.
Hal ini dilakukannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif kenaikan PPN 12%.
Mereka menekankan bahwa perjuangan ini akan terus berlanjut hingga pemerintah menunjukkan itikad baik untuk mengevaluasi dan membatalkan kebijakan yang dianggap memberatkan rakyat tersebut.

Share this article
Para mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menuntut pembatalan kenaikan PPN 12%.