AYOJAKARTA.COM -- Nama Oriental Circus Indonesia atau OCI yang biasa menghibur para pengunjung Taman Safari Indonesia mendadak viral saat perayaan Hari Sirkus Dunia.
Bermula dari laporan pengaduan ke Komnas HAM, para mantan anggota Oriental Circus Indonesia atau OCI mengaku mendapat berbagai tekanan selama bergabung.
Selain melaporkan berbagai tindak pelanggaran kemanusiaan ke Komnas HAM, sejumlah mantan anggota Oriental Circus Indonesia atau OCI juga bersuara melalui siniar.
Dalam keterangannya, sejumlah mantan anggota OCI mengaku sering mendapat perlakuan buruk sejak pertama kali diadopsi oleh keluarga Sumampouw, khususnya Frans.
Selama bergabung bersama OCI, Vivi, Butet, Ida dan beberapa rekan sesama anggota mengaku tidak pernah mengenal asal-usulnya sebagai manusia.
Sebelum berhasil melarikan diri dari OCI, Vivi salah seorang anggota mengaku sempat mengalami tindak pelanggaran kemanusiaan berupa penyetruman.
Bukan saja dilakukan pada bagian badan, aksi mendisiplinkan anggota dengan cara tidak manusiawi lewat setrum juga diarahkan ke bagian kemaluan.
Berbeda dengan Vivi, Butet yang juga sempat bergabung dengan OCI mengaku pernah dipaksa untuk memakan kotoran Gajah karena sepotong Empal.
Pengalaman tidak menyenangkan juga dialami oleh Ida yang terpaksa hidup di kursi roda setelah mengalami peristiwa kecelakaan saat menggelar pementasan.
Seluruh pelanggaran kemanusiaan yang dialami, menurut para mantan anggota OCI tidak lepas dari keterlibatan Frans Sumampouw sebagai salah satu petinggi di Taman Safari.
Menyikapi kabar adanya dugaan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh petinggi Taman Safari, ajakan untuk boikot semakin gencar tersiar.
Baca Juga: Jawaban Taman Safari Indonesia Soal Dugaan Eksploitasi Mantan Pemain Sirkus OCI: Tidak Ada Kaitannya
Melalui berbagai platform media sosial, warganet mengajak kepada warganet lainnya untuk tidak mengunjungi Taman Safari hingga kasus pelanggaran HAM dituntaskan.
Bukan semata karena perilaku buruk keluarga Sumampouw, tetapi juga alasan kemanusiaan yang derajatnya oleh para anggora OCI sempat dianggap lebih rendah dari hewan.
“Kita gak punya identitas, sama hewan lebih mahal hewan, kalau saya mati binti siapanya kami nggak tahu,” ungkap salah seorang anggota OCI saat dialog bersama Richard Lee.
Sehubungan dengan derasnya kabar dugaan pelanggaran dan berbagai tindak kekerasan, Tony Sumampouw selaku perwakilan keluarga Sumampouw membantah tuduhan tersebut.
Menurut Tony, tuduhan dari para mantan anggota OCI yang pernah dirawat dan dibesarkan muncul karena suatu alasan.
Terkait dengan penyebab dan alasan para mantan anggotanya sampai tega melakukan tuduhan, Tony menilai karena ada orang yang mengatur.
“Semua tuduhan itu tidak benar, saya kira itu karena ada yang mengatur, luar biasa yang mengatur ini,” jelas Tony saat menjadi narasumber di siniar Deddy Corbuzier.***

Share this article
Menyikapi kabar adanya dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh petinggi Taman Safari, ajakan untuk boikot semakin gencar tersiar.