AYOJAKARTA.COM -– Viral di Twitter surat terbuka dari Bursok Anthony, kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Whatsapp ke Twitter, akhirnya sang staf khusus Menteri Keuangan memberikan klarifikasi.
Klarifikasi diberikan oleh staf khusus dari Menteri Keuangan terkait surat terbuka dari yang menantang Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mundur dari kursi menteri.
Dikutip melalui akun Twitter @prastow oleh AyoJakarta.com pada 3 Maret 2023, Prastowo Yustinus sebagai staf khusus Menteri Keuangan bidang komunikasi strategis, memberikan klarifikasi.
Baca Juga: Sambil Tersedu, Sri Mulyani Sedih Kepercayaan Masyarakat Berkurang: Harus Diperbaiki!
Prastowo Yustinus, selaku staf khusus dari Sri Mulyani pada bidang komunikasi strategis, ungkapkan bahwa masalah Bursok Anthony merupakan masalah pribadi.
“Pengaduan urusan pribadi Bursok Anthony Marlon (BAM) ini tak pernah dilengkapi substansi/bukti. Bagaimana mau diproses? Saya jelaskan ya,” buka akun @prastow.
Prastowo Yustinus mengungkapkan mengapa ia menuliskan bahwa surat terbuka Bursok berasal dari masalah pribadi Bursok Anthony sendiri.
“Benar memang pada tahun 2022 (bukan 2021 seperti yg tersebar), BAM menyampaikan pengaduan melalui WISE Kemenkeu mengenai perusahaan investasi tempat menampung dananya yg ia duga fiktif dan ada keterlibatan bank di dalamnya. Clear ini masalah pribadi ya,” cuit Prastowo Yustinus.
Lebih lanjut, Prastowo Yustinus menjelaskan bahwa laporan Bursok Anthony termasuk pada laporan yang tidak disertai detail jelas.
“Pengaduan tersebut telah dilakukan verifikasi oleh Itjen Kemenkeu dan dinyatakan: Belum dapat ditindaklanjuti dengan catatan agar pelapor mendetailkan dugaan penyimpangan yang tercantum dalam pengaduan. Pengaduan tak jelas, apa yg mau diproses?” Tanya Prastowo Yustinus pada warganet Twitter yang menyebarkan surat terbuka Bursok pada Sri Mulyani di Twitter.
Bahkan staf khusus Kementerian Keuangan ini juga menjelaskan bahwa laporan dari Bursok Anthony telah diteruskan ke OJK.
“Hingga saat ini BAM tidak memberikan bukti baru. Itjen Kemenkeu telah meneruskan pengaduan tersebut ke OJK melalui surat nomor S-11/IJ.9/2022 tanggal 21 April 2022. Terakhir, BAM mengajukan pengaduan kembali 27 Feb 2023. Kami akan proses sesuai ketentuan,” kata Prastowo melalui cuitan di Twitter pribadinya.
Hingga dikutip melalui sumber yang sama, Prastowo mengungkapkan bahwa kasus Bursok Anthony adalah terkait dengan investasi bodong.
“Masalah pribadi Saudara BAM ini terinfo korban investasi bodong. Ini berdasarkan informasi yang ditulis yang bersangkutan dalam surat ke DPR. Silakan dilaporkan ke Kepolisian,” tutup Prastowo selaku staf khusus Kemenkeu Komunikasi Strategis.
Melalui klarifikasinya, Prastowo juga mengucapkan terima kasih dan juga penegasan terkait banyaknya fitnah yang menyerang instansinya.
“Kami berterima kasih untuk seluruh masukan, aspirasi, dan kritik sekeras apapun. Itu vitamin agar kami berbenah dan lebih baik. Namun kami juga tak akan menolerir fitnah dan serangan tak berdasar. Mari tetap jaga etika dan kewarasan kita. Salam sehat,” tulis @prastow.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Prastowo Yustinus, selaku staf khusus dari Sri Mulyani pada bidang komunikasi strategis, ungkap bahwa masalah Bursok Anthony masalah pribadi