AYOJAKARTA.COM--Tuai kebisingan permainan anak-anak ini dapat sorotan dari sejumlah masyarakat. Lato-lato adalah permainan anak yang bisa menimbulkan suara bising yang cukup mengganggu.
Lato-lato sendiri adalah permainan lama yang menjadi primadona lagi di tahun 2023, apalagi bagi sejumlah anak-anak di Indonesia.
Sayangnya anak-anak tidak hanya dimainkan di rumah, tapi juga sering dibawa ke lingkungan sekolah.
Baca Juga: Artis Ucok Baba Jualan Lato-Lato karena Sepi Tawaran Syuting? Berangkat Naik Ojek Online
Sehingga, pihak sekolah di Kubu Raya, Kalimantan Barat menilai bahwa suara yang ditimbulkan dari permainan lato-lato itu bisa mengganggu proses mengajar di kelas.
Karena suaranya yang cukup bising, sejumlah pihak sekolah sampai membuat laporan terkait hal tersebut.
Atas laporan itu, Dinas Pendidikan Kubu Raya pun akhirnya melarang peserta didik di wilayahnya untuk membawa lato-lato ke lingkungan sekolah.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Lato-lato Mainan Viral di Sosial Media yang Digandrungi Berbagai Kalangan, Mau Coba?
“Permainan ini menuai kebisingan jika dimainkan ramai-ramai tentu menimbulkan suara bising yang dapat mengganggu proses belajar mengajar di kelas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya, Ayub, dikutip dari kalbar.suara.com pada Kamis (12/1/2023) dalam artikel Siswa di Kubu Raya Dilarang Membawa Lato-Lato ke Sekolah
Selain, lato-lato yang dinilai bisa mengganggu proses belajar mengajar, juga melihat adanya bahaya dari permainan tersebut.
Dimana Ayub juga belajar dari peristiwa yang dialami oleh salah satu siswa SD di Kubu Raya yang cedera akibat lato-lato.
Pihaknya berujar tidak ingin ada kejadian yang serupa terulang kembali dan menimpa korban yang lainnya.
“Berat kadar permainan ini rawan menimbulkan cidera dan kemarin sudah ada korban salah satu siswa kita,” ujar Ayub.
Oleh karenanya, Ayub mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan terkait surat edaran yang mengumumkan kepada sekolah untuk diteruskan kepada orang tua siswa di Kubu Raya.
“Kepala Sekolah nanti membuat regulasi terkait larangan itu dan dapat disebarkan ke komite sekolah dan orang tua siswa,” ujarnya.****

Share this article
Saking viralnya lato-lato, sekolah di Kubu Raya sampai melarang siswanya membawa mainan tersebut ke sekolah, berikut alasannya.