Pekerja Swasta Siap-Siap! Gaji Dipotong 2,5 Tanggal 10 Setiap Bulannya untuk Iuran Tapera

Ilustrasi. Gaji Pekerja Dipotong untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera)
Ilustrasi. Gaji Pekerja Dipotong untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera)

AYOJAKARTA.COM - Mulai tanggal 10 setiap bulannya, gaji pekerja swasta akan dipotong sebesar 2,5 persen untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Kebijakan ini juga berlaku bagi pegawai negeri sipil (PNS), dengan total pemotongan sebesar 3 persen setiap bulan.

Potongan bertujuan untuk membiayai dana Tapera yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera.

Informasi ini dikutip oleh Ayojakarta.com dari laman Instagram @folkative, Senin (27/05/2024).

Baca Juga: Ini Daftar SMP Terbaik di Yogyakarta Selama 6 Tahun Berturut-Turut

Presiden Joko Widodo telah menandatangani peraturan ini pada 20 Mei 2024.

Bagi para pekerja, besaran iuran dibagi antara pekerja dan pemberi kerja, dengan pekerja menanggung 2,5 persen dan pemberi kerja menanggung 0,5 persen dari gaji bulanan.

Sementara itu, bagi peserta yang bekerja sendiri atau wiraswasta, mereka harus menanggung seluruh iuran sebesar 3 persen secara mandiri.

Apa Itu Tapera?

Tapera adalah program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat memiliki rumah sendiri dengan cara menabung secara kolektif.

Baca Juga: Pemegang KIS dan BPJS Bisa Dapat Bansos PKH-BPNT, Begini Caranya

Dana yang terkumpul dari iuran ini akan digunakan untuk menyediakan kredit pemilikan rumah dengan bunga rendah atau subsidi perumahan bagi peserta yang memenuhi syarat.

Dengan adanya program Tapera, diharapkan masalah kekurangan rumah layak huni di Indonesia bisa teratasi.

Implementasi kebijakan ini tentu akan berdampak langsung pada gaji bersih yang diterima pekerja setiap bulan.

Meski begitu, manfaat jangka panjang dari program Tapera diharapkan bisa membantu pekerja memiliki rumah sendiri dengan lebih mudah.

Namun, kebijakan ini mungkin akan menuai pro dan kontra, terutama bagi mereka yang merasakan dampak signifikan terhadap penghasilan bulanan mereka.

Beragam tanggapan muncul dari masyarakat terkait kebijakan ini.

Sebagian orang mendukung karena melihat manfaat jangka panjang dalam kepemilikan rumah.

Namun, tidak sedikit juga yang khawatir terhadap pengurangan gaji yang mungkin mempengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: 4 Tanda Bahwa Seseorang Hanya Pura-Pura Suka Padamu Menurut Psikologi, Apa Saja?

Bagi pekerja yang sudah memiliki rumah, iuran Tapera mungkin akan dirasa kurang relevan.

Berikut beberapa tanggapan netizen berkaitan dengan program tersebut.

"Apapun kebajikannya, rakyat pasti kena imbasnya," ungkap akun @juwita.prb mengungkapkan rasa kekecewaannya.

"Gaji pejabat dinaikin, gaji pekerja dipotongin," tulis @ina_wulandari.

Meski begitu, beberapa netizen tetap mendukung kebijakan tersebut.

Baca Juga: Ini Daftar 8 SD Terbaik di Jakarta Timur Berdasarkan Nilai Akreditasi, Rekomendasi PPDB 2024

"Setelah dibaca dengan seksama Tapera ini sebenernya Program Pemerintah yang cukup lumayan Bagus. Sekali lagi disini wajib nya bagi 'Peserta' ya gaes. Awalnya yang bisa mendaftar hanya ASN, TNI, Polri sekarang pegawai swasta bisa daftar dengan syarat minimal umur 20th dan sudah menikah dan di daftarkan pemilik pemberi kerja." tulis akun @felixhry

"Pekerja dengan gaji di bawah 8juta (rendah) setelah 1 tahun dapat mendapatkan pinjaman maks 260juta dengan cicilan rendah. Untuk yang sudah jadi peserta bakal ditarikin iuran 0,5% dari pemberi kerja dan 2,5% dari gaji kita. Semoga bermanfaat gaes," lanjutnya.

Pada intinya, pemotongan gaji sebesar 2,5 persen untuk iuran Tapera adalah kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk membantu masyarakat memiliki rumah sendiri.

Meski akan berdampak pada penghasilan bulanan, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.

Bagi pekerja dan pemberi kerja, memahami rincian kebijakan ini sangat penting untuk mempersiapkan diri terhadap perubahan yang akan terjadi dalam pengelolaan gaji dan anggaran rumah tangga.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Tapera
# gaji
# rumah

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.