AYOJAKARTA.COM — Sudah memasuki akhir bulan Mei, KPM PKH, BPNT dan non DTKS benar-benar mendapatkan rezeki pencairan yang bertubi-tubi.
Kemensos, Bapanas, dan Kemendikbudristek kompak mencairkan bansos reguler dan tambahan kepada KPM PKH, BPNT, dan non DTKS.
Bansos reguler dan tambahan akan disalurkan dengan agen penyaluran yang berbeda-beda, antara lain, KKS, Bank Himbara, BSI, dan kantor Pos.
Pemerintah kembali mencairkan bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat untuk periode penyaluran di bulan Mei 2024.
Keluarga penerima manfaat menerima pencairan secara bertahap sesuai dengan kategori yang dimiliki baik secara tunai maupun non tunai dan berupa barang.
Target pemerintah untuk penyaluran bansos reguler maupun tambahan ditetapkan kepada masing-masing penerima dilihat dari status kelayakannya.
Sasaran pencairan bansos diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat yang masuk dalam kategori rentan miskin dan prasejahtera, yang terdaftar di DTKS Kemensos RI atau data desil P3KE Kemenko PMK.
Total ada tujuh bansos yang dicairkan di akhir bulan Mei 2024.
Dikutip AyoJakarta.com melalui unggahan kanal YouTube DIARY BANSOS, Minggu, 26 Mei 2024, berikut rincian tujuh bansos reguler dan tambahan yang dicairkan akhir bulan Mei 2024.
Baca Juga: Hari Ini Ada Saldo Masuk Rp150.000 di KKS BRI dan Rp500.000 BNI Milik KPM, Bansos Apa?
1. PKH via KKS
PKH (Program Keluarga Harapan) kembali dicairkan untuk periode pencairan bulan Mei-Juni melalui KKS ATM Merah Putih Bank Himbara atau BSI.
Hal ini dibuktikan dengan pantauan status bantuan PKH tahap 3 yang semula hilang di akun SIKS-NG pendamping sosial kemudian muncul dengan keterangan "SI".
Perbankan mencairkan saldo bantuan PKH tahap 3 sesuai dengan komponen yang dimiliki.
Berikut rincian nominal pencairan PKH tahap 3 melalui KKS, sebagai berikut:
- Kategori anak SD sederajat Rp150 ribu
- Kategori anak SMP sederajat Rp250 ribu
- Kategori anak SMA, SMK Sederajat Rp334 ribu
- Kategori lansia usia 60 tahun ke atas Rp400 ribu
- Kategori penyandang disabilitas berat Rp400 ribu
- Kategori Ibu hamil Rp500 ribu
- Kategori anak usia dini (0-6 tahun) Rp500 ribu
2. PKH via PT Pos Indonesia
KPM PKH murni, KPM PKH+BPNT, dan KPM PKH validasi by system juga masih menerima pencairan bansos PKH susulan periode April-Juni.
Daftar penerima bansos PKH periode April-Juni melalui PT Pos Indonesia sudah tercantum namanya di data bayar atau SP2D pencairan bansos.
Rincian nominal pencairan PKH tahap 2 melalui PT Pos Indonesia, sebagai berikut:
- Kategori anak SD sederajat Rp225 ribu
- Kategori anak SMP sederajat Rp375 ribu
- Kategori anak SMA/SMK sederajat Rp500 ribu
- Kategori lansia usia 60 tahun ke atas Rp600 ribu
- Kategori penyandang disabilitas berat Rp600 ribu
- Kategori ibu hamil Rp750 ribu
- Kategori anak usia dini (0-6 tahun) Rp750 ribu
3. BPNT Via KKS
Bansos BPNT juga telah disalurkan secara bertahap melalui KKS ATM Merah Putih Bank Himbara dan BSI
Bansos BPNT periode Mei-Juni sudah disalurkan dan terpantau Bank BSI menerima pencairan terlebih dahulu.
Tidak menutup kemungkinan di akhir Mei, Bansos BPNT periode Mei-Juni juga mulai disalurkan melalui KKS BRI, BNI dan Mandiri.
Nominal yang dicairkan sebesar Rp400 ribu dan dapat ditarik tunaikan melalui ATM bank Himbara atau BSI terdekat atau agen bank sesuai dengan KKS pencairannya.
4. BPNT via PT Pos Indonesia
Bansos BPNT susulan melalui PT Pos Indonesia untuk periode salur April-Juni juga masih dicairkan kembali sebesar Rp600 ribu.
Penerima bantuan merupakan KPM BPNT murni, KPM BPNT+PKH dan KPM BPNT validasi by system yang sudah tercatat dalam data bayar SP2D pencairan bansos.
Bansos ini diberikan kepada 18,8 juta KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH dan terdaftar di DTKS Kemensos RI.
5. PIP Kemdikbud
Pencairan bansos pendidikan PIP Kemdikbud juga masih disalurkan di akhir bulan Mei 2024.
Kemendikbudristek mencairkan bansos PIP kepada 7,8 KPM dari siswa-siswi SD, SMP, SMA masuk dalam SK pemberian bantuan PIP Kemdikbud.
Persyaratan pencairan PIP jika KPM sudah melakukan aktivasi rekening SimPel BRI (jenjang SD, SMP, sederajat), BNI (jenjang SMA/SMK sederajat), dan BSI (khusus wilayah Provinsi Aceh).
Rincian nominal yang diberikan, sebagai berikut:
- Kategori anak SD sederajat kelas 1-5: Rp450 ribu per tahun.
Khusus kelas 1 semester ganjil: Rp225 ribu.
Khusus kelas 6 semester genap: Rp225 ribu
- Kategori anak SMP sederajat kelas 8: Rp750 ribu per tahun.
Khusus kelas 7 semester ganjil: Rp375 ribu
Khusus kelas 9 semester genap: Rp375 ribu
- Kategori anak SMA/SMK sederajat kelas 11: Rp1,8 juta per tahun.
Khusus kelas 10 semester ganjil: Rp900 ribu
Khusus kelas 12 semester genap: Rp900 ribu
Pencairan bansos ini bisa melalui ATM Rekening SimPel sesuai jenjang pendidikannya di mesin ATM bank Himbara terdekat.
Jika KPM belum memiliki ATM rekening SimPel maka pencairan bansos bisa dilakukan dengan membawa buku rekening SimPel dan dapat dicairkan melalui unit bank Himbara terkait.
6. MRP Cadangan Beras Pemerintah 10 kg
Bansos MRP juga dicairkan untuk tahap 5 periode salur bulan Mei.
Bantuan MRP ini berupa Cadangan Beras Pemerintah 10 kg yang disalurkan kepada 22 juta KPM yang terdaftar dalam data desil P3KE Kemenko PMK.
KPM yang menerima bansos MRP termasuk dalam kategori keluarga prioritas kemiskinan ekstrem.
Data penerima bansos MRP (Mitigasi Rawan Pangan) berupa Cadangan Beras Pemerintah 10 kg diambilkan dari data desil P3KE Kemenko PMK.
Penyaluran bansos ini biasanya bertempat di kantor pos cabang kecamatan kota terdekat atau di titik-titik komunitas seperti kantor kelurahan atau balai desa jika penerima dalam jumlah yang banyak.
Sebelumnya pihak pemerintah daerah setempat seperti RT, RW atau kepala dusun sudah memberikan surat undangan resmi, untuk mengambil pencairan bansos MRP Cadangan Beras Pemerintah 10 kg kepada KPM yang dinyatakan layak sebagai penerima bantuan.
7. Bantuan Daging Ayam dan Telur
KPM yang masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting juga kembali menerima bantuan 1 kg daging ayam dan 10 butir telur.
Bansos ini disalurkan kepada 1,4 juta anak usia dini (0-6 tahun) yang masuk dalam kategori keluarga risiko stunting dan tercatat di BKKBN.
Total ada tujuh provinsi yang masuk dalam kategori daerah dengan tingkat kerawanan stunting paling tinggi di Indonesia.
Untuk pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan dipastikan belum dapat dicairkan pada akhir Mei 2024.
Hal ini diperkuat dengan pantauan hasil cek status atau progres pencairan bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan atau BLT MRP yang belum muncul keterangan apapun di SIKS-NG baik nama bansos maupun periode salurnya.
Walaupun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlangga Hartanto sudah menjanjikan bahwa bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan akan disalurkan untuk periode April-Juni 2024.***
Share this article
Kemensos, Bapanas, dan Kemendikbudristek kompak mencairkan bansos reguler dan tambahan kepada KPM PKH, BPNT, dan non DTKS.