AYOJAKARTA.COM – Beberapa hari terakhir ini banyak KPM yang menginformasikan ada saldo masuk dengan nominal bervariatif di Kartu KKS-nya.
Ada KPM yang mendapatkan Rp500 ribu, Rp900 ribu, bahkan ada juga KPM yang mendapatkan saldo Rp1 juta lebih.
Lantas, kira-kira saldo apakah yang masuk di Kartu KKS sebagian KPM tersebut?
Baca Juga: Kepintaran 16 Tipe Kepribadian Seseorang Menurut MBTI, Ternyata INFJ Pintar dalam Hal Ini…
Untuk mengetahui informasi selengkapnya, berikut penjelasan langsung dari petugas yang dikutip dari tayangan YouTube DIARY BANSOS pada (24/3/24).
Pada tanggal 20 Maret tahun 2024 kemarin ada surat terbaru dari Kemensos RI dan informasi dari surat tersebut menjelaskan terkait dengan fenomena adanya saldo di Kartu KKS para KPM di beberapa hari ini.
Surat dari Kemensos RI tersebut terbit dengan nomor 639/3.4/BS.01.00/3/2024, sifatnya penting karena ini menyangkut terkait dengan penyaluran bantuan serta penelitian terhadap KPM yang tidak melakukan transaksi atau gagal salur.
Selanjutnya surat ini ditujukkan kepada SDM Program Keluarga Harapan di tempat sehubungan dengan berakhirnya periode transaksi pada penyaluran bantuan sosial PKH Tahap 1 ini untuk yang dicairkan lewat PT Pos Indonesia periode triwulan Januari-Februari-Maret dan periode Januari-Februari tahun 2024 ini yang dicairkan lewat Kartu KKS, HIMBARA, dan juga BSI.
Tertulis dalam surat tersebut bahwa per tanggal 15 Maret 2024 terdapat sebanyak 137.419 KPM tidak transaksi atau gagal salur dengan nominal 73.505.342.983 yang terdiri atas:
- Pertama sebanyak 101.803 KPM disalurkan lewat Kartu KKS bank HIMBARA dan Bank BSI
- Kedua sebanyak 35.616 KPM yang cair lewat PT Pos Indonesia
Jika yang lewat Kartu KKS, bantuannya sifatnya masih belum ditransaksikan, artinya bantuan tersebut masih ada di Kartu KKS namun masih belum dicairkan oleh para KPM.
Sedangkan yang lewat PT Pos Indonesia ada masa bayarnya, jadi ketika lewat dari masa bayarnya maka bantuan tersebut akan dikembalikan ke kas negara.
Dari data tersebut maka bisa dipastikan sebanyak 35.626 KPM yang kemungkinan besar saldo atau bantuannya sudah dikembalikan ke kas negara namun keterangannya adalah gagal salur sehingga harus dicek harus diteliti oleh para pendamping untuk memastikan kenapa para KPM ini tidak mencairkan bantuan PKH tersebut.
Namun yang lewat Kartu KKS sebanyak 101.803 KPM ini saldonya masih ada di dalam Kartu KKS, sehingga tugas dari para pendamping sosial adalah mengecek dan juga mengabarkan bahwasanya di dalam Kartu KKS-nya ada saldo bantuan PKH yang masih belum diambil.
Jadi bagi 101.803 KPM yang bantuan PKH-nya disalurkan lewat Kartu KKS baik itu HIMBARA mulai dari Bank BRI, BNI, Mandiri, maupun BSI ini harus segera dicek dan dicairkan bantuan sosial PKH-nya.
Berkaitan dengan hal tersebut Kemensos RI juga memberi perintah kepada para petugas PKH untuk melakukan pengecekkan atau penelitian terhadap data KPM tersebut melalui tools yang tersedia.
Batas akhir penginputan hasil penelitian paling lambat tanggal 24 Maret 2024 pukul 23.59 WIB, jadi hari ini terakhir nanti jam 12 malam.
Nah, dari keterangan petugas pendamping sosial berdasarkan surat resmi yang diterbitkan oleh pihak Kemensos RI tersebut dapat disimpulkan jika saldo yang masuk di Kartu KKS para KPM merupakan pencairan bansos PKH Tahap 1 tahun 2024 yang masih belum ditransaksikan oleh para KPM.
Jadi sekali lagi, saldo yang masuk ke dalam Kartu KKS para KPM tersebut bukan dari bansos BPNT, karena jika dari bansos BPNT nominalnya pasti seragam yaitu Rp400 ribu.***

Share this article
Beberapa hari terakhir ini banyak KPM yang menginformasikan ada saldo masuk dengan nominal bervariatif di Kartu KKS-nya.