AYOJAKARTA.COM – Belum lama ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang adanya larangan penggunaan produk Israel. Hal ini dampak dari aksi yang dilakukan oleh agresi Israel terhadap masyarakat Palestina.
Fatwa tersebut telah tertuang dalam Nomor 83 Tahun 2023, tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina. Bahkan MUI sendiri telah menghimbau kepada masyarakat dengan mengharamkan produk pro Israel.
Aksi boikot produk pro Israel ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, bahkan hampir di seluruh dunia. Sejumlah perusahaan menjadi sasaran dari aksi boikot tersebut, mengaku mengalami penurunan saham dan berujung bangkrut.
Dikutip Ayojakarta.com dari Suara.com, berdasarkan laporan dari Al Jazeera yang dirilis tahun 2018 lalu mengungkapkan, aksi boikot produk pro Israel dapat mengakibatkan kerugian mencapai US$ 11,5 Miliar atau setara dengan Rp 180,48 Triliun.
Namun, hingga saat ini belum ada laporan terbaru mengenai kerugian yang dialami oleh Israel setelah adanya boikot produk pro Israel tersebut.
Dalam beberapa waktu terakhir, Misi utama diplomatik Israel adalah melakukan penanggulangan gerakan boikot. Israel pun sempat membantah bahwa gerakan aksi boikot tersebut bisa merugikan mereka.
Baca Juga: Puan Maharani Bertemu Presiden Jokowi: Enggak Ada Huru Hara yang Seperti Disampaikan
Sederet Produk Israel yang diboikot
Serangan yang dilakukan oleh Israel yang tidak kunjung berhenti, mengakibatkan adanya gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang terus meningkat, berikut daftarnya:
1. Puma
Salah satu produsen pakaian olahraga ternama dan terkenal di dunia. Brand ini diboikot oleh sejumlah negara karena telah menjadi sponsor internasional tunggal Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).
2. Hasil Panen di Israel
Hasil panen Israel berupa sayuran dan buah-buahan ikut menjadi salah satu produk yang diboikot, karena dinilai berasal dari Israel yang telah merampas tanah Palestina.
3. HP
Perusahaan HP menyediakan dan mengoperasikan teknologi yang dipakai oleh Israel. Lebih tepatnya untuk memelihara sistem apartheid, pendudukan, dan kolonialisme pemukiman di atas Palestina.
4. Siemens
Siemens diklaim memiliki kerjasama dengan Israel dalam usaha legal terkait pembangunan EuroAsia Interconnector di pemukiman. Proyek ini menghubungkan jaringan listrik Israel dengan Eropa melalui gas fosil.
5. AXA
Perusahaan asuransi AXA diketahui berinvestasi dengan sederat bank-bank Israel yang berada di tanah Palestina. Mulai dari Bank Hapoalim, Bank Leumi, dan Mizrahi Tefahot.
6. Sodastream
Sodastream merupakan mesin dan silinder yang dapat diisi kembali. Sehingga memungkinkan para penggunanya untuk dapat membuat soda dan minuman berkarbonasi sendiri di rumah.
7. Ahava
Ahava merupakan salah satu kecantikan yang dijual di beberapa negara. Berdasarkan BDS Movement, Ahava memiliki situs produksi, pusat kunjungan, hingga toko utama pada permukiman ilegal di Palestina.
8. Sabra
Hummus Sabra merupakan perusahaan gabungan antara PepsiCo dan Strauss Group. Perusahaan ini bergerak pada bidang makanan, yang pernah memberikan dukungan finansial untuk para tentara Israel.***

Share this article
Aksi boikot produk Israel berdampak fantastis dengan kerugian mencapai miliaran dolar. Inilah konsekuensi agresi Israel terhadap Palestina.