AYOJAKARTA.COM - Memasuki tanggal 29 Februari 2024 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masih terus menantikan informasi pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan.
Diketahui BLT Risiko Pangan adalah bantuan pengganti dari BLT El Nino yang sudah diberikan oleh pemerintah sejak tahun 2023.
Namun ternyata tak semua KPM yang menerima BLT El Nino akan menjadi penerima BLT Risiko Pangan meskipun sumber datanya sama.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Cara Mengepalkan Tangan Ungkap Sifatmu yang Sebenarnya!
Dikutip ayojakarta dari channel YouTube Diary Bansos disebutkan bahwa belakangan banyak yang membahas apakah data penerima BLT Mitigasi Risiko Pangan diambil dari DTKS atau P3KE?
Nah KPM wajib tahu bahwa penerima BLT Mitigasi Risiko Pangan Rp600.000 yang cair mulai Maret tahun 2024 nanti datanya diambil dari data DTKS.
Adapun sasaran BLT Mitigasi Risiko Pangan sebanyak 18,8 juta KPM yang diambil dari data DTKS dan kemungkinan besar penerimanya masih sama seperti BLT El Nino.
Pada tahun lalu penerima BLT El Nino adalah KPM BPNT Murni dan KPM BPNT Plus PKH yang pelaksanaannya akan dikawal langsung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Sedangkan untuk data P3KE itu dipergunakan untuk penyaluran bantuan pangan bentuk barang yaitu beras 10 kg yang diberikan kepada 22 juta keluarga penerima manfaat.
Nah selanjutnya apakah KPM yang pada tahun 2023 mendapatkan BLT El Nino pada 2024 ini sudah bisa dipastikan semuanya akan mendapatkan BLT Mitigasi Risiko Pangan?
Baca Juga: Jurusan Kuliah yang Paling Dibutuhkan di Industri Kreatif, Jurusan Animasi Full Senyum!
Jawabannya masih belum bisa dipastikan karena data BLT El Nino di tahun 2023 dengan data DTKS yang ada saat ini sudah berubah karena sudah ada update-an terbaru.
Pemerintah daerah dan Pusdatin telah membuat data terbaru karena ada KPM yang meninggal dunia dan ada KPM yang sudah dinyatakan tidak layak mendapatkan bantuan sosial dan sebab-sebab yang lainnya.
Sementara itu terkait progress pencairan belum ada informasi resmi dari pihak terkait soal kapan tepatnya BLT Mitigasi Risiko Pangan akan cair.
Sementara itu dilihat pada aplikasi SIKS-NG status pencairannya masih belum ada terupdate atau belum ada perubahan status.
Jika BLT Mitigasi Risiko Pangan akan segera dicairkan maka akan ada update status salur dari bansos tersebut pada aplikasi SIKS-NG.
Adapun salah satu tanda BLT akan segera disalurkan yakni terbit Surat Perintah Pembayaran Dana (SP2D) bansos yang biasanya akan diikuti oleh pembagian surat undangan dari penyalur.
Demikian itulah informasi tak semua KPM yang menerima BLT El Nino akan menjadi penerima BLT Risiko Pangan meskipun sumber datanya sama.***

Share this article
Diketahui BLT Risiko Pangan adalah bantuan pengganti dari BLT El Nino yang sudah diberikan oleh pemerintah sejak tahun 2023.