AYOJAKARTA.COM -- Ada beberapa perkembangan terbaru yang terjadi dalam penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) mitigasi risiko pangan.
Dikutip oleh Ayojakarta.com dari kanal YouTube Info Bansos (19/03/2024), terdapat kabar baik bahwa proses penyaluran bantuan PKH tahap 2 melalui kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) telah mencapai tahap final.
Data bayar sudah dapat dicek melalui aplikasi 6ng pendamping. Dengan demikian, para penerima PKH dapat segera menarik bantuan mereka melalui ATM dari bank-bank terpilih seperti BNI, BRI, Mandiri, dan dsi.
Baca Juga: ALHAMDULILLAH! Bansos PKH Tahap 2 Sudah SP2D dan SI? Apakah Cair lewat KKS Dulu?
Sementara itu, untuk BLT mitigasi risiko pangan senilai Rp600.000, data penerima sedang diproses di Kementerian Sosial.
Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini akan dimulai pada triwulan pertama.
Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda konkret mengenai penyaluran BLT ini di platform Senj (Sistem Elektronik Penyaluran Bantuan Sosial).
Kemudian, terkait penyaluran bantuan bpnt (Bantuan Pangan Non Tunai) dan PKH tahap 1 melalui kantor pos, penyaluran telah dilanjutkan setelah sempat tertahan karena penyesuaian pembayaran.
PT Pos Indonesia akan menyalurkan bantuan tersebut untuk periode Januari hingga Maret 2024.
Ada dua kelompok pencairan untuk bpnt: yang mencairkan selama 2 bulan (Februari-Maret) dan 3 bulan sekaligus (Januari-Maret) dengan nominal Rp600.000.
Bagi penerima PKH, bantuan akan disalurkan langsung selama 3 bulan sekaligus, berbeda dengan mekanisme penarikan melalui kartu KKS yang hanya cair setiap 2 bulan.
Proses penyaluran PKH tahap 2 melalui kartu KKS juga sudah memasuki tahap akhir.
Setelah proses verifikasi rekening KPM (Keluarga Penerima Manfaat) selesai, status SP2D akan berubah menjadi "berhasil cek rekening", menandakan bahwa bantuan siap dicairkan.
Namun, terlepas dari pencapaian-pencapaian ini, masih terdapat beberapa tantangan dalam penyaluran bantuan sosial.
Salah satunya adalah penundaan pencairan BLT mitigasi risiko pangan, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan penerima manfaat.
Baca Juga: UPDATE PKH TAHAP 3 dan BLT di SIKS-NG! Ada 13.189 KPM Bahagia Hari Ini karena Bantuan Uang Tunai
Meskipun demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk segera menyalurkan bantuan ini dalam waktu dekat, dengan target sebelum akhir Ramadan atau pada bulan April 2024.
Bantuan langsung tunai BLT mitigasi risiko pangan senilai Rp600.000 akan diberikan kepada keluarga penerima manfaat selama 3 bulan, sebagai upaya untuk mengatasi kesulitan ekonomi akibat resiko pangan.
Penyaluran bantuan ini akan dievaluasi setiap 3 bulan, untuk memastikan efektivitasnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, kami berharap agar proses penyaluran bantuan sosial di Indonesia dapat berjalan lancar dan efisien, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.

Share this article
Update Terbaru! Pencairan Bansos PKH Maret April sudah dilakukan melalui KKS, lantas bagaimana dengan BLT Mitigasi Risiko Pangan?