AYOJAKARTA.COM — Pemerintah sedang menggodok terkait pemerian subdisi BBM dan LPG 3 Kg.
Perubahan bentuk peralihan bantuan sosial untuk subsidi BBM dan LPG 3 Kg sedang dibacakan untuk diubah.
Jika selama ini siapa saja dapat menikmati BBM subsidi dan juga LPG 3 Kg, maka ke depannya tidak bisa lagi.
Sebab, subsidi akan diwujudkan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT). Wacana ini sudah muncul sejak kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan kemungkinan besar akan segera dieksekusi oleh pemerintah yang baru.
Selama ini untuk subsidi BBM dan LPG 3 kilogram dinilai tidak tepat sasaran.
Baca Juga: SP2D PKH dan BPNT Turun, tapi Bukan untuk November-Desember 2024? Cek Saldo Sekarang!
Sebab, banyak dari kalangan ekonomi menengah atas yang ikut memilih membeli BBM subsidi maupun LPG 3 kilogram.
Dilansir dari YouTube Naura Vlog, Senin 25 November 2024, peralihan subsidi ini kemungkinan sudah bisa terealisasi akhir tahun atau paling lambat awal tahun 2025.
Di mana nantinya, BLT berupa Rp100 ribu hingga Rp120 ribu yang diberikan langsung pada keluarga sasaran.
Sampai sekarang pemerintah masih menyusun formulasi dari realisasi bantuan ini.
Seperti jumlah anggaran hingga jumlah penerima dan nama-nama yang akan jadi target sasaran.
Baca Juga: Info Bansos PKH 25 November 2024, Siapa Saja yang Berhak Menerima?
Hal yang jadi pertanyaan, apakah sasaran dan bantuan ini juga diambilkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data Penasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) atau dari BKKBN?
Belum bisa dipastikan jika apakah KPM dari Program Keluarga Harapan (PKH) ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga termasuk dari sasaran.
Dengan skema BLT ini, tidak akan lagi kekhawatiran adanya penurunan daya beli masyarakat.
Meski tidak bisa menjamin 100 persen akurat, setidaknya menurut pemerintah skema ini memiliki tingkat akurasi data yang jauh lebih tinggi dibandingkan subsidi saat ini.
Skema ini juga akan segera terealisasi. Jika tidak akhir tahun ini, paling lambat di awal tahun 2025 nanti.***

Share this article
Pemerintah sedang mempersiapkan peralihan subsidi BBM dan LPG 3 kilogram menjadi BLT untuk meningkatkan ketepatan sasaran.