AYOJAKARTA.COM - Meskipun OPPO A5 Pro hadir dengan berbagai fitur menarik, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli.
Ketiadaan slot microSD menjadi kendala serius bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan ekstra, terlebih mengingat banyaknya aplikasi dan game modern yang membutuhkan space besar.
Perangkat ini juga tidak dilengkapi dengan fitur wireless charging yang sudah mulai umum di kelas menengah.
Kemampuan video recording yang terbatas pada resolusi 1080p 30fps terasa kurang kompetitif mengingat beberapa kompetitor di kelas harga yang sama sudah menawarkan kemampuan perekaman 4K.
Dari segi performa, penggunaan prosesor octa core 2,5GHz tanpa spesifikasi detail menimbulkan keraguan tentang kemampuan real world device ini, terutama untuk gaming berat dan multitasking intensif.
Sistem pendingin yang digunakan juga masih konvensional, yang berpotensi menyebabkan thermal throttling saat penggunaan berat berkepanjangan.
Baterai 5.440mAh memang besar, namun tanpa informasi jelas tentang kemampuan fast charging, ada kekhawatiran mengenai durasi pengisian daya yang mungkin terlalu lama.
Layar OLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz berpotensi menjadi pemangsa baterai yang signifikan.
Dari aspek harga, OPPO A5 Pro diperkirakan akan dibanderol mulai dari 2.999 Yuan (sekitar Rp6,5 juta) untuk varian 8GB/256GB, sementara varian tertinggi 12GB/512GB kemungkinan akan mencapai 3.499 Yuan (sekitar Rp7,6 juta).
Posisi harga ini menempatkannya bersaing langsung dengan beberapa smartphone kompetitif seperti Redmi Note 13 Pro+ dan Realme GT Neo 5 SE yang menawarkan spesifikasi lebih menarik di beberapa aspek.
Baca Juga: Kuota SNBP 2025 Diubah! Ini Kriteria Baru untuk Siswa dan Sekolah Pengusul
Di Indonesia, jika menggunakan konversi harga langsung ditambah pajak dan biaya distribusi, harga OPPO A5 Pro berpotensi mencapai Rp7-9 juta, menempatkannnya di segmen yang sangat kompetitif.
Harga tersebut menimbulkan pertanyaan tentang value proposition OPPO A5 Pro, mengingat beberapa kekurangan yang ada.
Absennya fitur-fitur premium seperti wireless charging, kemampuan video 4K, dan ekspansi storgae membuat beberapa konsumen mungkin lebih memilih alternatif dari brand lain.
Terlebih lagi, di range harga 7-9 juta rupiah, konsumen sudah bisa mendapatkan smartphone dengan chipset flagship tahun lalu atau mid range premium terbaru yang menawarkan performa lebih baik.
Strategi penetaan harga ini mungkin akan menjadi tantang bagi OPPO dalam memasarkan OPPO A5 Pro, terutama di pasar yang sangat kompetitif seperti Indonesia.

Share this article
Meskipun OPPO A5 Pro hadir dengan berbagai fitur menarik, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli.