Benarkah KPM yang Sudah Menerima Bansos Selama 9 Tahun Akan Dihapus? Simak Penjelasan dari Kemensos

Jadi dari inti surat tersebut, bagi keluarga penerima manfaat yang sudah kepesertaannya ya lebih dari 9 tahun akan dilakukan survei ulang.
Jadi dari inti surat tersebut, bagi keluarga penerima manfaat yang sudah kepesertaannya ya lebih dari 9 tahun akan dilakukan survei ulang.

AYOJAKARTA.COM – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) kembali menerbitkan surat pemberitahuan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos).

Dalam surat tersebut, Kemensos telah memberikan instruksi baru kepada seluruh pendamping PKH di Indonesia.

Diketahui bahwa Kemensos memberikan instruksi kepada pendamping PKH dalam rangka penilaian kembali kondisi sosial ekonomi atau resertifikasi KPM PKH dengan kepesertaan lebih dari 9 tahun.

Nantinya, pendamping PKH di wilayah yang terpilih diinstruksikan untuk melakukan resertifikasi atas data sebanyak 410.162 keluarga penerima manfaat.

Pada aplikasi SIKS Mobile, data KPM yang sudah terpetakan oleh pendampingnya sebanyak 338.662 penerima manfaat.

Jadi dari inti surat tersebut, bagi keluarga penerima manfaat yang sudah kepesertaannya ya lebih dari 9 tahun akan dilakukan survei ulang.

Baca Juga: BKN Resmi Umumkan Hasil Akhir Seleksi CPNS 2024, Ini Arti Kode yang Berhak Lanjutkan ke Tahap Berikutnya: Sudah Tahu?

Dalam survei tersebut, pendamping sosial akan menilai kondisi sosial ekonomi terbaru dari masing-masing KPM.

Salah satu hal yang akan menjadi sasaran survei adalah kondisi rumah terbaru dari setiap keluarga penerima manfaat.

Jadi nantinya pendamping sosial akan mengirimkan data terkait hasil survei tersebut kepada Dinas Sosial.

Apabila KPM sudah menerima bansos selama 9 tahun dan memiliki kondisi ekonomi yang jauh lebih baik maka akan dihapus sebagai penerima bantuan.

Bagi keluarga penerima manfaat yang merasa sudah sejahtera disarankan untuk mengikuti Program PENA.

Baca Juga: Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark secara Gratis untuk Android dan iOS

Karena dengan mengikuti Program PENA, penerima manfaat akan diberikan modal serta bimbingan untuk memulai usaha.

Apabila tertarik, KPM bisa melapor ke pendamping sosial dan menyatakan siap untuk keluar dari kepesertaan PKH maupun BPNT.

Nantinya keluarga penerima manfaat yang mengikuti Program PENA akan mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp5-6 juta.

Tercatat saat ini sudah ada 410.162 KPM yang menerima bansos selama 9 tahun, dan sebanyak 338.662 penerima manfaat yang sudah dilaporkan oleh pendamping sosial.

Artinya sampai saat ini pendamping sosial masih melakukan proses survei ulang hingga seluruh data keluarga penerima manfaat sudah dilaporkan ke Kemensos.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Dihapus
# 9 tahun
# KPM
# Bansos
# Kemensos

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.