5 Golongan KPM yang Terancam Kehilangan Bantuan PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2025

Implementasi DTSE sebagai basis data baru mengakibatkan beberapa golongan KPM berpotensi kehilangan hak untuk menerima bantuan PKH dan BPNT pada tahap kedua tahun 2025.
Implementasi DTSE sebagai basis data baru mengakibatkan beberapa golongan KPM berpotensi kehilangan hak untuk menerima bantuan PKH dan BPNT pada tahap kedua tahun 2025.


AYOJAKARTA.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) telah resmi menerapkan sistem data baru dalam penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2025.

Perubahan fundamental ini ditandai dengan penghapusan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan beralih menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam menentukan penerima bantuan.

Transformasi sistem data ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan akurasi dan validasi data penerima bantuan sosial, namun membawa konsekuensi signifikan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang selama ini telah terdaftar.

Baca Juga: Dapat Hibah 700 M! Dedi Mulyadi Minta Ketegasan Bupati dan Wabup Baru Tasikmalaya hingga Soroti Pertambangan di Galunggung

Dengan adanya DTSEN, seluruh data KPM akan mengalami pembaruan total, sehingga tidak semua penerima bantuan lama dapat secara otomatis masuk ke dalam daftar penerima baru di tahun 2025.

Implementasi DTSE sebagai basis data baru mengakibatkan beberapa golongan KPM berpotensi kehilangan hak untuk menerima bantuan PKH dan BPNT pada tahap kedua tahun 2025.

Kelompok pertama yang terancam adalah KPM lama yang tidak tercatat dalam sistem DTSEN, sehingga otomatis terputus dari daftar penerima bantuan tahap selanjutnya.

Golongan kedua adalah KMP lama yang tercoret akibat adanya penambahan penerima baru, mengingat komposisi penerima bantuan sosial dapat berubah secara signifikan sesuai dengan kapasitas anggaran dan prioritas penyaluran.

Selain itu, KPM yang masuk kategori graduasi, yaitu keluarga yang telah dianggap mandiri secara ekonomi atau tidak lagi memenuhi kriteria kemiskinan, juga akan dikeluarkan dari daftar penerima bantuan sosial tahun 2025.

Baca Juga: Bantuan PKH dan BPNT Tahap 2 Mulai Cair di Pontianak Rp1 Juta dan Cirebon Rp600 Ribu, Kapan Giliran Daerah Lain?

Perubahan status ekonomi keluarga yang membaik menjadi indikator bahwa program bantuan sosial telah berhasil mencapai tujuannya dalam mengentaskan kemiskinan.

Dua kategori terakhir yang berpotensi kehilangan bantuan adalah KPM yang tidak lagi memiliki komponen PKH dan KPM yang tidak lolos verifikasi kelayakan.

Untuk kategori pertama, keluarga yang sudah tidak memenuhi syarat komponen PKH seperti anak yang telah menyelesaikan pendidikan atau tidak lagi terdaftar sebagai siswa aktif, secara otomatis akan dikeluarkan dari program.

Sementara itu, KPM yang tidak lolos verifikasi kelayakan adalah mereka yang mengalami perubahan kondisi ekonomi ke arah yang lebih baik, sehingga dinyatakan tidak layak lagi menerima bantuan sosial.

Baca Juga: Hari Tasyrik 2025: Alasan Larangan Berpuasa dan 5 Amalan yang Bisa Dilakukan

Proses verifikasi kelayakan ini dilakukan secara berkala oleh pemerintah untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Meskipun perubahan ini dapat mengecewakan bagi sebagian KPM lama, namun langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan sistem bantuan sosial yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# DTSE
# Golongan
# KPM
# PKH
# BPNT
# Bansos

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.