AYOJAKARTA.COM -- Pinjaman KUR menjadi pilihan untuk pengusaha agar dapat mengembangkan usahanya lebih besar.
Namun, salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum mendaftar KUR adalah jenis usaha yang dimiliki oleh calon debitur.
Berikut adalah beberapa jenis usaha yang tidak bisa mengajukan pinjaman KUR tahun 2023, dilansir AyoJakarta.com dari Youtube Evan Alzaed.
Baca Juga: KUR 2023 Bank Mandiri Resmi Dibuka, Simak Jenis KUR yang Disalurkan
Pengajuan pinjaman KUR dibuat oleh pemerintah untuk mendorong, membantu, atau untuk mengembangkan usaha UMKM di Indonesia.
Akan tetapi, dari segi jenis usaha tersebut, ada beberapa jenis usaha yang tidak bisa untuk mengajukan pinjaman KUR yaitu sebagai berikut.
1. Usaha Pengepul Barang Bekas
Usaha pengepul barang bekas ini adalah penampung barang-barang rongsokan seperti perabot besi tua.
Sebenarnya, di tahun 2021 ke bawah kemarin, usaha jenis ini memang pernah bisa untuk mengajukan pinjaman KUR.
Namun, di atas tahun 2001, yaitu tahun 2022 dan tahun 2023, jenis usaha ini tidak bisa lagi untuk mengajukan pinjaman KUR.
Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Jenis Usaha yang Tidak Bisa Mendapatkan Pinjaman KUR 2023, Apa Saja? Cek di Sini
Menurut informasi, alasan pertama adalah usaha penampung barang rongsokan ini harga barangnya tidak menetap, kebanyakan sering turun.
Selain itu, alasan keduanya yaitu di tahun 2021 kemarin, jenis usaha ini pernah mengajukan pinjaman kur dan terjadi macet.
Jadi, untuk sementara waktu pada tahun 2023 ini, jenis usaha pengepul barang bekas tidak diperbolehkan dulu untuk mengajukan pinjaman KUR.
2. Jasa Teknisi Panggilan
Jenis usaha yang ketiga adalah usaha freelance sejenis teknisi panggilan atau istilahnya montir panggilan.
Apabila alat kerjanya itu lengkap di rumah atau ada bukti barang yang sudah dikerjakan, maka masih bisa untuk mendapatkan pinjaman KUR.
Akan tetapi, jika pada saat survei alat-alatnya tidak ada atau tidak mencukupi, maka tidak bisa mendapatkan pinjaman KUR.
3. Usaha Kontraktor
Jenis usaha lainnya yang tidak bisa mendapatkan pinjaman KUR yaitu usaha seperti tambang, kontraktor atau sejenis usaha-usaha besar.
Hal tersebut karena bisanya pinjaman konvensional atau pinjaman yang sifatnya seperti itu, harganya di atas Rp500 juta.
4. Usaha Online Pre Order
Jenis usaha yang kedua adalah usaha online dengan sistem pre order, yaitu barangnya tidak ada di rumah.
Hal tersebut dikarenakan pada pengajuan pinjaman KUR, dilakukan survei yang mana barang dagangan itu setidaknya ada di rumah dan ada aktivitas usahanya.
Jika di tempat usahanya tidak ada produk atau barang dagangan, maka tidak bisa untuk mengajukan pinjaman KUR.
Akan tetapi, jika usaha online yang barang-barangnya ada stok di rumah, maka masih bisa mendapat pinjaman KUR.
Karena jika usahanya di pertambangan atau kontraktor merupakan usaha yang sudah besar dan tidak berhak mendapat KUR.***(Fany Susan Anggraini)

Share this article
Pengajuan pinjaman KUR dibuat oleh pemerintah untuk mendorong, membantu, atau untuk mengembangkan usaha UMKM di Indonesia.