AYOJAKARTA.COM - Gempa Bumi yang mengguncang Cianjur pada 21 November 2022 lalu dan disusul gempa di berbagai wilayah perlu diantisipasi siapa saja.
Beberapa daerah di sekitar Jabodetabek pun juga turut merasakan diayun aktivitas alam ini dalam kondisi cukup kencang.
Tidak terkecuali kendaraan yakni mobil-mobil yang tengah berada di jalan raya.
Terjadi gempa saat mengemudikan mobil tentu perlu diwaspadai diantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih parah.
Adanya risiko dan kerusakannya bisa terjadi di mana saja, termasuk menimpa pengemudi mobil di jalan raya sekalipun.
Lalu, bagaimana antipasi yang aman dilakukan saat terjadi gempa bumi dan mengemudikan mobil?
Berikut ini tips langkah-langkah antisipasi saat terjadi gempa namun Anda sedang mengemudikan mobil.
Selengkapnya diambil dari laman Korlantas Polri, pengamat keselamatan berkendara dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan.
Berikut adalah panduan menghadapi bencana alam gempa saat berada dalam mobil:
1. Tetap tenang untuk menghindari terjebak di mobil
Saat melihat orang berlarian menyelamatkan diri, otomatis akan ada rasa panik. Apalagi jika sedang mengemudi atau berada di mobil.
Lebih baik saat yang lain dalam keadaan panik, yang berada dalam mobil terutama pengemudi tetap tenang dan jangan ikut panik.
Hal itu memungkinkan untuk tetap bisa berpikir logis dan memperhitungkan apa yang akan terjadi.
Jika saat gempa bumi terjadi baru saja masuk mobil yang parkir di basement, sebaiknya bergegas meninggalkan kendaraan dan evakuasi diri keluar dari tempat ini. Jika tidak sempat, cari tempat berlindung.
Dikhawatirkan jika tetap berada di dalam dan terjebak di mobil akan tertimpa reruntuhan bangunan.
2. Pengemudi penting untuk Memperhatikan lingkungan
Kedua, saat sedang mengemudi, seringkali getaran yang dihasilkan gempa bumi tidak terasa karena bersamaan operasional mesin dan laju kendaraan. Ada risiko terjebak di mobil.
Gejala atau datangnya gempa bumi bisa dilihat dari riuhnya orang-orang yang menyelamatkan diri.
Jika gejala ini sudah terlihat, maka pengemudi serta penumpang dalam mobil wajib mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi.
3. Gempa bumi di dataran tinggi
Ketiga, saat gempa bumi terjadi sedang mengemudi di dataran tinggi atau pegunungan, hal pertama yang harus dilakukan agar tidak terjebak di mobil adalah menjauhkan mobil dari lereng yang rawan longsor dan terkena material.
Anda pelu memarkirkan mobil di area terbuka dengan dataran yang stabil. Namun, bila lalu lintas padat, langsung keluar dari mobil dan segera cari tempat yang aman.
4. Waspada dan Tanggap untuk Selamatkan diri
keempat, ingat bahwa lain tempat kejadian, lain juga tindakan dan penanganan yang dilakukan.
Jika sedang berkendara di jalan raya dan terjadi gempa bumi, namun mobil masih dapat melaju dengan kecepatan minimal 20 km per jam, sebaiknya cari tempat terbuka yang dirasa aman.
Ingat, jangan memaksakan diri tetap berada di kabin karena bisa membuat terjebak dalam mobil saat gempa bumi.
Anda juga sebaiknya mengusahakan untuk mencapai lokasi lapang, jauh dari jembatan, jembatan penyeberangan orang (JPO), baliho, tiang listrik, lampu lalu lintas, pohon, Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), serta bangunan yang rentan ambruk dan roboh saat gempa bumi terjadi.
Jika mobil terjebak dalam kemacetan dan tidak dapat melaju, jangan pikir panjang. Segera matikan mesin, dan selamatkan diri ke tempat yang aman.
Itulah tips langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan saat mengemudikan mobil dalam kondisi gempa bumi terjadi. Semoga bermanfaat***

Share this article
Bencana alam gempa bumi sering terjadi tidak terduga dan bisa disaat kita berkendara atau mengemudikan mobil. Tips langkah antisipasi gempa