Kasus Tembakau Gorila, Polisi Selidiki Jaringan Narkoba Internasional

Ilustrasi
KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Pasca pengungkapan kasus narkoba jenis tembakau sintetis atau tembakau gorila oleh Polda Jawa Barat dan Polres Bogor kemarin. Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Barat terus melakukan pendalaman terkait pengungkapan jaringan narkoba Internasional di Tanah Air.
Ditresnarkoba Polda Jawa Barar, Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan pendalaman jaringan peredaran narkoba Internasional tersebut dilakukan mengingat pada Selasa 21 September 2021 kemarin, pihaknya berhasil mengamankan 23,45 kilogram bahan baku pembuat tembakau sintetis yang berasal dari Cina.
"Tentunya ini ada indikasi jaringan narkoba Internasional. Karena bahan baku yang kami amankan berasal dari Cina," katanya saat memberikan keterangan resmi kepada awak media Selasa 21 September 2021 kemarin.
Rudy mengaku, lemahnya pengawasan terhadap bahan baku pembuatan tembakau gorila ini terjadi lantaran pihaknya belum memiliki alat khusus untuk mendeteksi bahan baku pembuatan tembakau gorila yang kebanyakan berbentuk cair.
"Kami ini belum memiliki alat seperti X-ray untuk mengidentifikasi biang pembuatan sintetis. Karena kami belum punya alatnya makannya sulit dideteksi. Jadi kalau pelaku membawa bahan baku pembuatan tembakau gorila ini kalau dibawa lewat bandara aman saja. Karena terdeteksinya seperti minuman biasa. Ini jadi penyebab maraknya produksi tembakau sintetis," bebernya.
Sulitnya mendeteksi bahan baku pembuatan tembakau gorila, membuat trend penggunaan tembakau sintetis atau tembakau gorila di wilayah Jawa Barat mengalami peningkatan. Khususnya di sejumlah wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta.
"Kalau dipresentasikan, pengguna tembakau gorila ini mengalami peningkatan sebesar 10 persen jika dibandingin dengan tahun lalu. Itu untuk wilayah Jawa Barat yah," ujarnya.
Demi menekan potensi penyebaran tembakau gorila di Tanah Air, Polri sudah melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak jasa pengiriman barang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi peredaran narkoba jaringan Internasional masuk ke Indonesia.
"Selain bekerjasama dengan pihak pengiriman jasa, kita juga tentunya harus memiliki alat khusus untuk mengidentifikasi bahan baku pembuatan tembakau sintetis. Karena alat milik kita belum bisa mengidentifikasi bahan baku pembuatan tembakau sintetis," tutupnya. (Yogi Faisal)
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih
cepat
Share this article
Lemahnya pengawasan terhadap bahan baku pembuatan tembakau gorila ini terjadi lantaran pihaknya belum memiliki alat khusus.