AYOJAKARTA.COM - Dari data kenaikan UMP 2023, provinsi-provinsi utama di Jawa terutama Jawa Tengah memiliki UMP yang paling rendah dibanding dengan provinsi lain di Indonesia.
Walaupun sudah mengalami kenaikan UMP namun Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Tengah belum bisa meyentuh angka dua juta rupiah.
Karena adanya gap UMP yang cukup tinggi antara Jabodetabek dan Jawa Tengah maka banyak pabrik yang melakukan relokasi ke area Jawa Tengah.
Menurut data dari akun Twitter @Strategi_Bisnis, pada tahun 2023 Tangerang akan kehilangan 10 ribu lapangan kerja karena pabrik sepatu akan pindah ke Jawa Tengah.
Keputusan relokasi pabrik karena adanya gap UMP ini tentunya akan menguntungkan pihak pengusaha karena bisa menghemat pengeluaran untuk tenaga kerja.
Misalkan saja sebuah pabrik memiliki 1.000 pegawai, dengan gap UMP sekitar 3 juta maka perusahaan akan hemat 3 miliar setiap bulannya atau 36 miliar per tahun.
Baca Juga: UMP 2023 Diumumkan, UMK Bekasi 2023 Tertinggi! Cek Nominalnya di Sini
Namun akan ada pihak yang dirugikan, yaitu bagi daerah yang ditinggalkan pabrik tersebut akan banyak buruh yang kehilangan pekerjaannya.
Dilansir AyoJakarta.com dari suara.com dengan judul "Daftar UMP 2023 Terbaru di Masing-masing Provinsi, Daerahmu Naik Berapa Persen?", inilah daftar UMP 2023 dari 29 provinsi di Indonesia dari yang tertinggi hingga terendah :
- DKI Jakarta: Rp 4.901.798 (naik 5,6 persen)
- Bangka Belitung: Rp 3.498.479 (naik 7,15 persen)
- Sulawesi Utara: Rp 3.485.000 (naik 5,24 persen)
- Aceh: Rp 3.413.666 (naik 7,8 persen)
- Sumatra Selatan: Rp 3.404.177 (naik 8,26 persen)
- Sulawesi Selatan: Rp 3.385.145 (naik 6,9 persen)
- Kepulauan Riau: Rp 3.279.194 (naik 7,51 persen)
- Kalimantan Utara: Rp 3.251.702 (naik 7,79 persen)
- Kalimantan Timur: Rp 3.201.396 (naik 6,2 persen)
- Riau: Rp 3.191.662 (naik 8,61 persen)
- Kalimantan Tengah: Rp 3.181.013 (naik 8,84 persen)
- Kalimantan Selatan: Rp 3.149.977 (naik 8,3 persen)
- Gorontalo: Rp 2.989.350 (naik 6,74 persen)
- Jambi: Rp 2.943.000 (naik 9,04 persen)
- Sulawesi Barat: Rp 2.871.794 (naik 7,20 persen)
- Sulawesi Tenggara: 2.758.948 (naik 7,10 persen)
- Sumatera Barat: Rp 2.742.476 (naik 9,15 persen)
- Bali: Rp 2.713.672 (naik 7,81 persen)
- Sumatra Utara: Rp 2.710.493 (naik 7,45 persen)
- Banten: Rp 2.661.280 (naik 6,4 persen)
- Lampung: Rp 2.633.284 (naik 7,9 persen)
- Kalimantan Barat: Rp 2.608.601 (naik 7,16 persen)
- Sulawesi Tengah: Rp 2.599.546 (naik 8,73 persen)
- Bengkulu: Rp 2.400.000 (naik 8,1 persen)
- Nusa Tenggara Barat: Rp 2.371.407 (naik 7,44 persen)
- Jawa Timur: Rp 2.040.244 (naik 7,8 persen)
- Jawa Barat: Rp 1.986.670 (naik 7,8 persen)
- DI Yogyakarta: Rp 1.981.782 (naik 7,65 persen)
- Jawa Tengah: Rp 1.958.169 (naik 8,01 persen)
Baca Juga: Kabar Gembira! UMP DKI Jakarta Resmi Naik 5,6 Persen Pada 2023 Nanti, Segini Jumlahnya
Namun bagi masyarakat Jawa Tengah tidak perlu khawatir, terdapat juga kota dan kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki UMK lebih tinggi dari UMPnya.
Masyarakat masih menunggu pengumuman kenaikan UMK 2023 yang akan diinformasikan dalam waktu dekat oleh pemerintah.***

Share this article
UMP 2023 Jawa Tengah masih menjadi yang terendah, meski naik 8.01 persen, namun angka tersebut belum mencapai Rp 2 juta.