AYOJAKARTA.COM -- Mulai awal tahun 2025 Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan naik dari 11 persen menjadi 12 persen.
Kenaikan PPN ini tentunya mempunyai dampak signifikan terhadap harga barang dan jasa di wilayah Indonesia, termasuk elektronik seperti iPhone.
Kenaikan ini bersifat akumulatif, artinya setiap tahapan distribusi produk dari pabrik hingga konsumen akan kena PPN.
Baca Juga: Kena PPN 12 Persen, iPhone Jadi Tambah Mahal? Ini Akumulasi Harga Setelah Pajak
Akibatnya harga barang di pasaran akan meningkat dan pelaku konsumen harus siap-siap untuk mengeluarkan dana yang lebih banyak dari biasanya.
Dampak Kenaikan PPN terhadap Harga iPhone
Kenaikan PPN 1 persen tentu akan memiliki dampak pada harga iPhone serta barang elektronik lainnya.
Meskipun kenaikan PPN hanya 1 persen, namun dampak terhadap harga jual produk bisa lebih besar dari itu.
Hal tersebut sudah pasti disebabkan karena PPN dikenakan secara akumulatif pada tiap tahapan distribusi.
Baca Juga: Tanggapi Jeritan Rakyat Soal Polemik Kenaikan PPN 12 Persen, Prabowo: Hal Biasa
• iPhone 15 128GB
Dengan harga Rp12.999.000 setelah kena PPN 11 persen, kenaikan menjadi 12 persen ini akan mengakibatkan kenaikan harga sekitar Rp100.000.
• iPhone 15 256GB
Dengan harga Rp15.999.000 setelah kena dengan PPN 11 persen, kenaikan harga tersebut setelah terdampak 12 persen juga akan naik di angka Rp100.000.
Meskipun terlihat kecil, kenaikan PPN ini justru akan semakin menggila pada produk dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Kenaikan 1 persen dari harga awal sebenarnya bisa dibilang setara dengan 9 persen dari harga setelah PPN 11 persen.
Baca Juga: Bebas PPN: PGN Pastikan Pelanggan Nikmati Manfaat Gas Bumi Tanpa Tambahan Beban
Jika pajak mobil awalnya Rp1.100.000 dengan PPN 11 persen, maka kenaikan akan menjadi Rp1.200.000 dengan PPN 12 persen.
Itu berarti kenaikan PPN ini sebesar Rp 100.000 atau sekitar 9 persen dari harga awal.
Strategi Cerdas Menghadapi Kenaikan Harga
Dengan kenaikan PPN dengan harga barang yang semakin mahal, para konsumen harus menerapkan strategi cerdas dalam berbelanja barang atau jasa.
• Tetapkan Anggaran
Tentukan anggaran belanja yang realistis dan patuhi serta hindari pembelian impulsif.
• Bandingkan Harga
Bandingkan juga terkait harga dari berbagai macam toko atau platform online sebelum memutuskan untuk membeli produk.
• Manfaatkan Diskon
Manfaatkan juga program diskon atau promo yang telah ditawarkan oleh toko atau platform online.
• Pertimbangkan Barang Alternatif
Pertimbangkan juga untuk membeli produk alternatif dengan spesifikasi yang serupa namun dengan harga yang terjangkau.
Baca Juga: Kenaikan PPN 12 Persen Dapat Reaksi Keras dari Berbagai Kalangan, Menkeu Lakukan ini
• Tunda Pembelian
Tunda pembelian barang-barang yang tidak dibutuhkan dan mendesak hingga ada diskon atau promo yang menarik.
Dampak terhadap Daya Beli Masyarakat
Kenaikan harga barang dan jasa akibat adanya kenaikan PPN memiliki potensi untuk menurunkan daya beli masyarakat.
Kondisi ekonomi pada saat ini masih belum kembali pulih sepenuhnya dan akan semakin memperberat beban masyarakat.
Kenaikan harga barang mewah seperti iPhone justru akan semakin terasa bagi sebagian besar konsumen.
Baca Juga: Imbas Kenaikan PPN 12 Persen, Benarkah Ada Bansos Khusus Mulai Januari 2025?
Sangat penting bagi pelaku konsumen untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan dan berbelanja produk.
Kenaikan PPN menjadi 12 persen ini akan memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap harga barang dan jasa di Indonesia.
Konsumen harus mempersiapkan diri dari sekarang dengan strategi belanja yang lebih cerdas dan bijak guna menghadapi kenaikan harga akibat PPN naik jadi 12 persen.
Dengan naiknya PPN jadi 12 persen, pertimbangkan juga kebutuhan serta kemampuan finansial sebelum membeli barang atau jasa.***
Share this article
Kenaikan PPN ini mempunyai dampak signifikan terhadap harga barang dan jasa di wilayah Indonesia, termasuk elektronik seperti iPhone.