AYOJAKARTA.COM – Pemerintah memastikan pendaftaran program Kartu Prakerja 2023 bakal digelar. Lantas kira-kira kapan ya pembukaan Gelombang 1-nya?
Kepastian pemerintah melalui Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja bakal merilis Kartu Prakerja 2023 Gelombang 1 sudah disampaikan oleh Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja, Airlangga Hartarto.
Dalam penjelasannya, Menko Airlangga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Kartu Prakerja 2023 akan berbeda dengan yang berlaku pada tahun-tahun sebelumnya.
Kartu Prakerja 2023 Gelombang 1 bakal menerapkan skema normal seperti perencanaan awal yakni sebagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja.
Pada 2020 sampai dengan 2022, Pemerintah menjadikan Kartu Prakerja sebagai program semi bantuan sosial (bansos). Kondisi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang memaksa Pemerintah mengubah skema Kartu Prakerja menjadi semi bansos.
“Dan untuk meningkatkan kompetensi, pelatihannya minimal 15 jam. Biaya pelatihan yang semula Rp1 juta itu meningkat ke Rp3,5 juta. Jadi jumlahnya memang lebih masif karena tidak hanya online, tetapi juga offline-nya juga ada,” ungkap Menko Airlangga.
Baca Juga: Terbaru! Inilah Besaran Insentif dari Program Kartu Prakerja 2023, Lebih Untung atau Rugi?
Menko Airlangga menjelaskan tentang rencana Kartu Prakerja 2023 dalam bincang-bincang dengan tajuk Program Kartu Prakerja Menjawab Tantangan Dunia Kerja yang ditayangkan kanal YouTube TVRI pada 19 Desember 2023.
Perubahan skema Kartu Prakerja 2023 juga membuat terjadi penyesuaian besaran bansos yang diterima oleh peserta program.
Bansos yang semula sebesar Rp600 ribu yang diberikan selama empat hanya akan diberikan satu kali senilai Rp600 ribu. “Jadi (Rp600 ribu) ini hanya murni untuk transportasi,” kata Menko Airlangga.
Skema normal dalam pelaksanaan Kartu Prakerja 2023 juga menyebabkan penyesuaian menyangkut kuota peserta yang akan mengikuti program tersebut.
“Jumlah penerima (Kartu Prakerja) pasti berkurang. Karena dulu kan (biaya) pendidikannya Rp1 juta, bansosnya Rp600 ribu kali empat. Sekarang kan (biaya) pendidikannya Rp3,5 juta,” ujar Menko Airlangga.
Alasan lain kenapa jumlah kuota peserta Kartu Prakerja 2023 berkurang adalah karena teknis pelaksanaan pelatihan. “Kalau pendidikannya berbasis hybrid atau fisik (offline) pasti dibatasi oleh ruang kelas dan fasitilas. Jadi kapastias (kuota) akan diturunkan.”
Perubahan insentif dan biaya pelatihan dalam pelaksanaan skema normal Kartu Prakerja 2023, menurut Menko Airlangga, tidak bisa dihindarkan.
“Pembelajaran itu ada biaya yang terasosiasi dengan pembelajaran. Apalagi nanti jumlahnya lebih besar, 15 jam. Kemudian juga ada pelatihan fisik. Kalau untuk skill kan perlu alat-alat bantu. Jadi memang yang namanya pelatihan yang dihitung biaya pelatihan.”
Baca Juga: Ramalan 2023 Miyan Indigo: Wilayah Berinisial Ini di Indonesia Akan Diterjang Tsunami Besar
Baca Juga: Siap-siap, Beli LPG alias Gas Tabung Melon 3 Kg Harus Tunjukkan KTP, Begini Caranya
Terkait dengan kapan pendaftaran Kartu Prakerja 2023, Menko Airlangga belum bisa menjelaskan waktu pastinya. “Segera akan diumumkan. Triwulan pertama pada 2023.”
Hal yang baru lagi dalam skema normal Kartu Prakerja 2023 terkait dengan persyaratan calon peserta.
“Karena (Kartu Prakerja 2023) ini bukan bansos, maka penerima bansos pun boleh ikut. Jadi artinya ini murni untuk reskilling dan upskilling,” kata Menko Airlangga.
Beda Persyaratan Pendaftaran
Sekarang kita lihat perbedaan ketentuan yang akan diterapkan pemerintah ya. Berikut ini syarat untuk mendaftar Kartu Prakerja 2022:
- WNI berusia 18 tahun ke atas.
- Tidak sedang menempuh pendidikan formal.
- Sedang mencari kerja, pekerja/buruh yang terkena PHK, atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja, seperti pekerja/buruh yang dirumahkan dan pekerja bukan penerima upah, termasuk pelaku usaha mikro & kecil.
- Bukan penerima bantuan sosial lainnya selama pandemi Covid-19.
- Bukan Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota DPRD, ASN, Prajurit TNI, Anggota Polri, Kepala Desa dan perangkat desa dan Direksi/Komisaris/Dewan Pengawas pada BUMN atau BUMD.
- Maksimal 2 NIK dalam 1 KK yang menjadi Penerima Kartu Prakerja.
Berdasarkan keterangan dari Menko Pereknomian, pelaksanaan program membolehkan masyarakat yang sudah menerima bantuan sosial (bansos) seperti tercantum pada syarat nomor 4 di atas untuk ikutan Kartu Prakerja 2023.
Baca Juga: Tahun 2023: Beli Elpiji alias Gas 3 Kg Tabung Melon Pakai KTP, Beli Rokok Gak Bisa Ngeteng
Satu lagi perbedaan yang akan berlangsung pada 2023 adalah menyangkut besaran bantuan.
Pada Kartu Prakerja 2022, peserta mendapatkan bantuan Rp3,55 juta dengan rincian:
- Bantuan biaya pelatihan Rp1 juta
- Insentif pascapelatihan 4 x Rp 600.000 atau Rp2,4 juta
- Insentif pengisian survei total mencapai Rp150.000
Nah, karena ingin menjalankan dengan skema normal, Pemerintah akan menyesuaikan besaran bantuan Kartu Prakerja 2023 menjadi Rp4,2 juta per peserta dalam bentuk:
- Biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta
- Insentif pascapelatihan Rp600 ribu yang akan diberikan sebanyak 1 kali
- Insentif survei sebesar Rp100 ribu untuk dua kali pengisian survei.
Nah, untuk kalian yang ingin tahu pendaftaran, insentif, dan kuota Kartu Prakerja 2023 Gelombang 1, simak terus infonya di Ayojakarta dan siapkan deh segala sesuatunya. Semoga berhasil.***

Share this article
Pemerintah akan membuka pendaftaran Kartu Prakerja 2023 gelombang 1 yang berlangsung dengan menerapkan skema normal.