AYOJAKARTA.COM - Pasar smartphone India mengalami pertumbuhan sebesar 9% pada kuartal ketiga tahun 2024, dengan total pengiriman mencapai 47,1 juta unit.
Meningkatnya penjualan di awal musim monsun, baik melalui kanal online maupun offline, mendorong vendor untuk memperkuat stok guna menghadapi musim perayaan.
Namun, permintaan awal perayaan kali ini agak melambat, dipengaruhi oleh inflasi pangan yang meningkat dan melemahnya belanja konsumen perkotaan pada barang elektronik.
Baca Juga: Kabar Baik! Setelah Pelantikan Presiden Prabowo, 4 Bansos Ini akan Segera Cair
Untuk pertama kalinya, vivo berhasil meraih posisi teratas di pasar smartphone India.
Dengan strategi pemasaran agresif di berbagai kanal penjualan, vivo menguasai 19% pangsa pasar dan mengirimkan 9,1 juta unit.
Xiaomi menyusul di posisi kedua dengan pengiriman 7,8 juta unit, didorong oleh lini produk 5G yang terjangkau.
Di peringkat ketiga, Samsung mengirimkan 7,5 juta unit, meskipun pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan pesaingnya.
OPPO (tidak termasuk OnePlus) dan realme menempati posisi keempat dan kelima dengan masing-masing 6,3 juta dan 5,3 juta unit yang terjual.
Keduanya memanfaatkan portofolio online yang semakin luas, seperti seri T3 dan K12, untuk memperkuat kehadiran mereka di kanal offline yang lebih tradisional.
Menurut Sanyam Chaurasia, Analis Senior Canalys, vivo mampu menduduki peringkat pertama berkat peluncuran produk di segmen harga lebih tinggi serta kebijakan margin yang agresif di kanal distribusi.
Baca Juga: Resmi Dilantik! Inilah Deretan Menteri dan Wamen Pilihan Presiden Prabowo di Kabinet Merah Putih
Baik vivo maupun OPPO meningkatkan volume pengiriman dengan memperluas portofolio mereka di segmen mid-to-high-end, sebagai upaya mengosongkan inventaris sebelum musim perayaan.
Di luar lima besar, Apple mencatatkan peningkatan volume pengiriman yang signifikan, didukung oleh peluncuran iPhone 15 yang disambut baik di kota-kota kecil.
Merek lain seperti Motorola, Google, dan Nothing juga mencatatkan pertumbuhan yang positif berkat desain produk yang unik, antarmuka pengguna yang bersih, serta strategi ekspansi yang efektif.
Meskipun para vendor berusaha keras memenuhi permintaan pasar menjelang musim perayaan, lemahnya respons pasar dapat menyebabkan penumpukan inventaris.
Menurut Chaurasia, konsumen yang melakukan upgrade atau mengganti smartphone cenderung memilih model dengan harga lebih tinggi, didukung oleh penawaran tukar tambah dan opsi pembiayaan yang menarik.
Namun, permintaan untuk ponsel entry-level menurun akibat kenaikan harga yang membuat konsumen menunda pembelian hingga setelah perayaan Diwali.
Merek-merek besar kini sangat mengandalkan penjualan offline sebelum musim perayaan dan akan berhati-hati dalam mengelola inventaris menjelang akhir tahun.
Diskon besar dan margin kanal yang diperluas akan menjadi kunci untuk mengurangi stok yang berlebih di paruh kedua 2024.
Ke depan, dorongan untuk ponsel 5G di segmen ultra-low-end diperkirakan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar di tahun 2025.***

Share this article
Untuk pertama kalinya, vivo berhasil meraih posisi teratas di pasar smartphone India menyalip Xiaomi bahkan Samsung