AYOJAKARTA.COM - Antara FOMO dengan FOPO, mamakah yang lebih berbahaya secara mental untuk anak muda?
FOMO maupun FOPO jadi dua hal yang saat ini banyak menimpa generasi muda. Dari keduanya, manakan yang lebih berbahaya untuk anak muda?
FOMO dan FOPO adalah dua sisi bahaya media sosial yang bisa ganggu kesehatan mental kita.
Apa bedanya antara FOMO dengan FOPO? Dan sejauh mana tingkah bahayanya hingga bisa berdampak ke kesehatan mental?
Simak ulasan yang Ayojakarta.com kutip dari Instagram @psytalkindonesia, Senin 16 September 2024.
FOMO
Fear of Missing Out, yaitu rasa takut ketinggalan atau terlewatkan dari suatu trend yang dianggap penting dan menarik.
Orang yang FOMO seringkali merasa cemas, tertekan dan gelisah jika tertinggal dari orang lain.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bantuan Sosial PKH Akan Segera Cair, Cek Jadwal dan Besarannya Disini!
FOPO
Fear of Other People Opinions, yaitu rasa takut atau kekhawatiran terhadap opini atau pandangan orang lain.
Orang yang FOPO seringkali cemas, gelisah dan ragu-ragu untuk mengambil keputusan atau melakukan tindakan.
Kenapa? Karena takut akan penilaian orang lain.
Keberadaan media sosial sangat berpengaruh dalam kedua fenomena tersebut.
Berikut ini dampak negatif dari FOMO maupun FOPO :
- Kecemasan
- Depresi
- Penurunan harga diri
- Gangguan citra tubuh
- Isolasi Sosial
Coba lakukan beberapa hal berikut untuk mengatasi FOMO dan FOPO :
- Batasi penggunaan media sosial
- Fokus pada pencapaian dan kebahagian diri sendiri
- Bangun hubungan sosial yang positif
- Berlatih mindfulness dan self-acceptance
Baca Juga: CATAT! Ini Tips dan Trik Mengerjakan Soal TWK CPNS 2024
- Cari bantuan profesional jika dibutuhkan
Itu tadi perbedaan antara FOMO denagn FOPO dan cara mengatasinya.***
Share this article
Berikut ciri dan cara mengatasi bahaya FOMO atau FOPO untuk kesehatan mental anak muda, cek selengkapnya disini.