AYOJAKARTA.COM - Entah itu sensasi mendapatkan kemandirian atau tekanan dari teman sebaya, kehidupan seorang remaja penuh dengan pasang surut.
Sebagai seorang remaja, sulit untuk menyeimbangkan suka dan duka di sekolah dan hubungan dengan orang tua dan teman.
Kamu mungkin merasa sedih, cemas, atau kewalahan. Kamu mungkin juga mulai kehilangan minat pada hal-hal yang dulu kamu sukai dan menghindari bertemu teman-teman.
Baca Juga: Tes Kepribadian Temukan Apakah Kamu Sosok Mandiri Berdasarkan Gaya Berdiri yang Kamu Pilih
Jika hal ini berlanjut selama 2 minggu atau lebih, itu tandanya kamu mungkin mengalami depresi.
Dilansir dari Psych Central, depresi adalah kondisi yang sangat bisa diobati, namun sulit untuk diobati sendiri.
Ini bukanlah sesuatu yang bisa kamu “hentikan” begitu saja dengan mencoba menjadi lebih bahagia.
Bimbingan dan dukungan bisa sangat berharga dan membantumu untuk tidak merasa sendirian dalam hal ini.
Jadi, jika kamu merasa mengalami depresi, ada baiknya kamu membicarakan perasaanmu dengan orang dewasa yang dapat dipercaya.
Gejala pada remaja
Depresi dapat terjadi pada usia berapa pun, namun gejalanya sering kali dimulai pada masa remaja atau awal masa dewasa.
Gejala depresi pada remaja tidak sama dengan gejala depresi pada orang dewasa, namun serupa.
Sejak pubertas dan seterusnya, tubuh dan otak mengalami banyak perubahan. Pergeseran kadar hormon juga berdampak langsung pada suasana hati.
Ini adalah perubahan alami, tetapi bisa menimbulkan banyak emosi yang rumit.
Jika kamu mengalami depresi, gejala-gejala berikut ini mungkin tidak asing lagi.
Kamu tidak harus mengalami semua gejala ini, namun depresi biasanya menunjukkan beberapa gejala berikut:
Baca Juga: 5 Tips Psikologis agar Lebih Produktif
merasa sedih atau sedih
sering sedih, menangis, atau menangis
merasa putus asa, atau seolah segala sesuatu dalam hidupmu tidak beres
kurang minat atau kesenangan dari aktivitas biasa
kebosanan yang terus-menerus disertai kurangnya motivasi untuk keluar dari kebosanan
energi rendah
kesulitan berkonsentrasi
kinerja yang lebih rendah di sekolah
Baca Juga: 5 Karakter Seseorang Menurut Psikologi yang Wajib Diketahui, yang Tulus Terbiasa dengan Ini
menarik diri dari teman dan keluarga
harga diri rendah atau perasaan bersalah
sensitivitas ekstrim terhadap penolakan atau kegagalan
merasa lebih mudah tersinggung, marah, atau bermusuhan
kesulitan dengan hubungan
kesulitan berkomunikasi
pikiran atau tindakan menyakiti diri sendiri atau ingin bunuh diri
Jika kamu sedang menstruasi, kamu mungkin menyadari bahwa suasana hati berubah sepanjang bulan karena perubahan hormonal.
Misalnya, merasa lebih cemas, sedih, dan emosional adalah hal yang wajar sesaat sebelum menstruasi dimulai.
Banyak dari gejala ini bisa disebabkan oleh menstruasi, tapi bisa juga merupakan bagian dari depresi.
***

Share this article
Entah itu sensasi mendapatkan kemandirian atau tekanan dari teman sebaya, kehidupan seorang remaja penuh dengan pasang surut.