AYOJAKARTA.COM -- Silaturahmi atau mengunjungi rumah kerabat sudah menjadi tradisi dan ciri khas saat merayakan lebaran Idul Fitri.
Di momen spesial inilah para anggota keluarga bisa berkumpul dan berjabat tangan satu sama lain.
Biasanya saat lebaran Idul Fitri juga orang-orang akan mengunjungi rumah-rumah keluarga, kerabat hingga bersilaturahmi ke tetangga.
Walaupun hubungan dengan sang pemilik rumah sudah akrab dan dekat, namun ada beberapa etika yang perlu dijaga ketika bersilaturahmi saat lebaran Idul Fitri tiba.
Hal ini bertujuan agar momen bersilaturahmi saat lebaran Idul Fitri bisa menimbulkan kesan baik dan tidak menyakiti orang lain.
Lantas, apa saja sih etika yang dibutuhkan ketika harus bersilaturahmi saat lebaran Idul Fitri agar menimbulkan kesan baik?
Dikutip dari akun Instagram @aksiberbagicom, berikut ini 5 etika yang wajib dimiliki ketika harus bersilaturahmi saat lebaran Idul Fitri.
Baca Juga: Jalur Fungsional Mudik Lebaran! Ini Manfaat Dibukanya dan Detail Ruas Colomadu-Ngawen (Klaten)
1. Mengabari jika berkunjung
Etika pertama yang wajib dilakukan ketika ingin bersilaturahmi saat lebaran Idul Fitri yaitu dengan mengabari jika ingin berkunjung.
Hal ini merupakan etika pertama yang wajib untuk dilakukan. Mengapa harus mengabari?
Dengan memberi kabar maka kita memberikan kesempatan kepada tuan rumah untuk mempersiapkan diri dalam menyambut tamu.
Memberi kabar juga bisa tahu apakah tuan rumah sedang ada di rumah atau tidak dan menerima tamu atau tidak.
2. Mengucapkan salam dan duduk dengan sopan
Etika kedua yang wajib dilakukan ketika ingin bersilaturahmi saat lebaran Idul Fitri yaitu dengan mengucapkan salam dan duduk dengan sopan ketika sudah dipersilahkan.
Sebagai orang Muslim wajib untuk mengucapkan salam saat bertamu atau mengunjungi rumah orang lain.
Saat bertamu cobalah untuk duduk dengan sopan dan tenang agar bisa memberikan kesan yang baik kepada si pemilik rumah.
3. Menunjukkan rasa bahagia ketika bertamu
Etika selanjutnya yang wajib dilakukan ketika ingin bersilaturahmi saat lebaran Idul Fitri yaitu dengan menunjukkan rasa bahagia ketika bertamu.
Jangan sampai kamu bertamu dengan memasang wajah masam, hal ini tentu saja tidak pantas untuk dilakukan.
Justru menunjukkan muka yang masam akan menunjukkan kesan yang tidak enak kepada tuan rumah.
Cobalah untuk memasang wajah ramah dan gembira agar bisa menciptakan suasana bersilaturahmi yang juga menyenangkan.
4. Menghindari basa basi yang berpotensi menyinggung
Salah satu etika yang wajib dimiliki saat bersilaturahmi ketika lebaran Idul Fitri yaitu dengan menghindari basa basi yang berpotensi menyinggung.
Saat bersilaturahmi hendaknya jangan mengajukan pertanyaan yang sifatnya menyinggung atau bersifat pribadi.
Berhentilah untuk bertanya mengenai keluarga, kapan nikah, kapan punya anak hingga pertanyaan tentang pekerjaan yang sifatnya ingin merendahkan.
Selain karena pertanyaan tersebut tidak pantas untuk ditanyakan, pertanyaan-pertanyaan itu juga bisa membuat tidak nyaman orang lain.
Jangan sampai niat baik kamu untuk bersilaturahmi justru berakhir dengan menyakiti orang lain dengan pertanyaan yang menyinggung.
5. Mengucapkan terimakasih dan berpamitan
Mengucapkan terimakasih dan berpamitan menjadi salah satu etika yang wajib kamu lakukan saat bersilaturahmi ketika lebaran Idul Fitri.
Baca Juga: Kabar Gembira SP2D Sudah Turun! Bansos BLT MRP Mulai Cair Hari Ini, Cek Jadwal dan Daerahnya di Sini
Saat dirasa kamu sudah selesai untuk bertamu dan bersilaturahmi, maka sebelum berpamitan dengan sopan cobalah untuk mengucapkan terimakasih kepada tuan rumah.
Hal ini tentu akan membuat tuan rumah merasa dihargai dan bisa meninggalkan kesan yang baik.
Itulah tadi informasi mengenai 5 etika yang wajib dimiliki saat bersilaturahmi ketika lebaran Idul Fitri. Semoga bermanfaat.***

Share this article
Silaturahmi atau mengunjungi rumah kerabat sudah menjadi tradisi dan ciri khas saat merayakan lebaran Idul Fitri.