AYOJAKARTA.COM – Empati, pada intinya adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan dengan orang lain.
Namun, toxic empati membawa kecenderungan alami ini menjadi ekstrem.
Ketika kamu tidak bisa mengatakan tidak terhadap apapun permintaan orang lain, kamu telah mengalami toxic empati ini. Terutama, jika permintaan itu di luar kemampuanmu.
Individu yang mengalami toxic empati akan kewalahan oleh emosi orang lain hingga berdampak negatif pada kehidupan dan hubungan mereka sendiri.
Baca Juga: 6 Pekerjaan yang Cocok Untuk MBTI Tipe ISFJ, Ada Apa Saja?
Jika kamu berada dalam masalah toxic empati ini, maka kamu harus segera melepaskanya.
Berikut 5 strategi yang akan membantumu kamu melepaskan diri dari toxic empati.
1. Kesadaran diri
Mulailah dengan mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang emosi, kebutuhan, dan keterbatasan kamu sendiri.
Luangkan waktu untuk merenungkan perasaanmu dalam berbagi situasi dan kenali tanda-tanda kelelahan atau kewalahan secara emosional.
Kesadaran diri ini akan memungkinkan kamu untuk mengenali kapan kamu melewati batas-batas kamu sendiri.
2. Berlatih merawat diri
Prioritaskan aktivitas perawatan diri yang dapat mengisi kembali energi kamu dan memelihara kesehatanmu.
Lakukan aktivitas yang membuat kamu senang, rileks, dan segar. Ini dapat mencakup hobi, olahraga, menghabiskan waktu di alam, atau sekedar meluangkan waktu untuk diri sendiri.
3. Tetapkan batasan yang jelas
Komunikasikan batasan kamu dengan jelas kepada orang-orang di sekitar kamu.
Beri tahu mereka apa yang membuat kamu nyaman dan apa yang kamu butuhkan dalam hal keterlibatan emosional dan dukungan.
Bersikaplah tegas dalam mengekspresikan batasan kamu, meskipun itu terasa tidak nyaman.
Ingatlah, menetapkan batasan itu penting untuk kesehatan mental dan emosional kamu.
4. Belajar untuk mengatakan tidak
Penting untuk diketahui bahwa mengatakan tidak bukanlah tanda keegoisan atau kurangnya empati.
Baca Juga: Rekaman CCTV Buram Disebut Dipakai untuk Mengadili Jessica Wongso, Sudah Dikoordinasi Krishna Murti?
Ini adalah cara untuk melindungi kesejahteraan kamu sendiri dan memastikan bahwa kamu tidak mengambil lebih dari yang tidak dapat kamu tangani.
Berlatihlah mengatakan tidak saat kamu merasa kewalahan. Atau, saat permintaan melebihi kemampuan kamu.
Kamu memiliki hak untuk mengutamakan kebutuhan kamu sendiri.
5. Cari bantuan profesional
Jika gangguan toxic empati ini terus mengganggu dan di luar kemampuanmu untuk mengatasi, maka pertimbangkan cari bantuan kalangan profesional dari terapis atau konseling.
Mereka bisa memberimu kamu panduan dan strategi berharga yang disesuaikan dengan situasi spesifik kamu.
Dengan demikian, kamu bisa mempertahankan empati sekaligus melindungi kamu dari efek negatif toxic empati.***
Share this article
Ini 5 cara untuk mengatasi toxic empati yang menyiksa, kamu sudah tidak perlu merasa hancur karena merasa gak enakan.