AYOJAKARTA.COM- Bagi banyak orang hampir secara otomatis mengasosiasikan masalah stres dengan solusi kesadaran.
Pada April 2020, unduhan aplikasi kesehatan mental mendekati 10 juta meningkat 24,2% dari Januari menurut data dari Sensor Tower Store Intelligence.
Jenis mindfulness khusus yang dikenal sebagai Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) telah ada selama lebih dari 40 tahun.
Baca Juga: Awas Salah! Cara Memasak dan Memanggang Ayam Fillet agar Tak Terkena Penyakit Salmonella
Jadi apa yang dikatakan sains?
Berikut penelitian dan masukan pakar tentang riwayat, manfaat, dan faktor risiko MBSR.
Apa itu pengurangan stres berbasis kesadaran?
MBSR adalah program 8 minggu yang dikembangkan oleh Jon Kabat Zin, Phd.
Ini didasarkan pada praktik kesadaran dan meditasi Buddhis tradisional.
Kabat-Zin adalah professor emeritus kedokteran dan pencipta Klinik Pengurangan Stres dan Pusat Perhatian dalam Kedokteran.
Sekaligus Perawatan Kesehatan dan Masyarakat di Fakultas Kedokteran Universitas Massachusetts.
Baca Juga: Terbaru! Penerima Bansos BPNT dan PKH Berhak Mendapat BLT Beras 10 Kg, Ini Kriterianya
Dia menciptakan Program Pengurangan Stres dan Relaksasi di University of Massachusetts Medical Center tahun 1979.
Ini yang akhirnya menjadi program Pengurangan Stres Berbasis Kesadaran.
Kabat- Zin mempelajari program ini dengan salah satu gurunya yaitu Seung Sahn yang seorang guru Zen Korea.
Kabat-Zin memasukkan yoga Hatha dalam program MBSR ini.
Dia kemudian membuat model untuk mereplikasi hasil dan lahirlah MBSR. ***

Share this article
Berikut penelitian dan masukan pakar tentang riwayat, manfaat, dan faktor risiko MBSR atau Mindfulness Based Stress Reduction