AYOJAKARTA.COM – Kebanyakan manusia meyakini salah satu bentuk kecerdasan paling nyata adalah kecerdasan rasional intelektual yang terkadang membuat ego menjadi lebih besar.
Semakin besar ego karena kemampuan penalaran intelektual dimiliki, orang banyak mengabaikan peran kecerdasan intuitif atau kecerdasan intuisi.
Berbeda dengan ego yang lahir atau bersumber dari pikiran sadar, intuisi seseorang justru terlahir karena pengetahuan serta perasaan batin sehingga menjadi lebih jernih.
Minimnya pemahaman mengenai ego dan intuisi, seringkali membuat seseorang kurang tepat atau presisi dalam menyikapi sebuah situasi.
Disadari atau tidak, seringkali ego dihadapkan pada situasi yang memaksa seseorang merasakan penyesalan karena tidak “Mendengarkan” keinginan sebelum kejadian.
Karena itu untuk lebih memahami lebih dalam tentang ego dan intuisi, pengetahuan dan perbedaan tentang keduanya perlu diperbaharui.
Berbeda dengan intuisi yang cenderung mengajak seseorang untuk lebih fokus pada pertumbuhan dan perkembangan diri dan kebijaksanaan, ego justru sebaliknya.
Ego yang terlahir dari rasionalitas dan intelektualitas selalu mengajak seseorang untuk siap pada mode bertahan hidup dan membuat kesan-kesan baik dari luar.
Perbedaan selanjutnya dari ego dan intuisi adalah terletak dari sumber atau akar kelahiran dimensi subjektivitasnya.
Ego terlahir dan berakar serta mengakar pada logika serta rasionalitas, intuisi justru hadir seakan tanpa sebab logis yang bersifat tiba-tiba berdasar pada perasaan dan pengetahuan.
Baca Juga: Senyum KPM Bansos Dipastikan Terlihat, 5 Jenis Bantuan Sosial Direncanakan Cair Maret 2024
Dalam hal penerapan dalam kehidupan pribadi maupun sosial, ego akan membuat hidup seseorang menjadi lebih berat karena adanya zona nyaman yang harus dipenuhi.
Sementara intuisi akan membuat seseorang lebih bisa menikmati dan menyatu dengan situasi meski sulit, cakupan pemahaman lebih luas serta keluar dari zona nyaman.
Pada aspek kestabilan dan ketenangan objektif, ego tidak beda dengan riuh atau badai angin yang membawa rasa takut, bingung dan menghadirkan kekacauan.
Sementara intuisi justru menyajikan ketenangan gagasan serta emosi yang lebih jelas, seimbang dan konsisten atau ibarat nyala lilin dalam suasana tanpa angin.
Dalam aspek penerapan, ego juga tidak bersifat spontan atau sudah terencana dan terukur karena melalui proses berpikir yang analitis.
Sedangkan intuisi selalu hadir secara spontan, tanpa melalui proses menganalisa sehingga menjadi sesuatu yang benar-benar baru.
Pada aspek output sosial, ego akan melahirkan bermacam tuntutan atau bahkan hinaan, merugikan diri sendiri dan orang lain karena rasa tidak puas dan menimbulkan penyesalan.
Sementara intuisi akan menjadikan seseorang lebih bersikap penyayang, empati dan hadir sebagai cahaya bagi orang di sekitar.

Share this article
Minimnya pemahaman mengenai ego dan intuisi, sering kali membuat seseorang kurang tepat atau presisi dalam menyikapi sebuah situasi.