AYOJAKARTA.COM -- Pernahkah kamu menerima atau bahkan melontarkan bercandaan yang toxic dan bisa menyakiti perasaan?
Bercandaan yang toxic ini sering kali ditemukan pada lingkaran pertemanan atau bahkan muncul pada komentar di media sosial.
Karena seringnya bercanda toxic ini dilakukan maka mulai dianggap normal jika dlakukan. Padahal borcanda yang toxic ini kemungkinan besar akan menyakiti orang lain yang mendengarnya.
Lantas, apa saja sih bercandaan toxic yang sering dilakukan dan dianggap normal?
Baca Juga: Sudah Bulan Desember tapi Masih Panas dan Jarang Hujan di Sebagian Indonesia, Ini Penjelasan BMKG
Dikutip dari akun Instagram @mudahbergaul, berkut ini 5 bercandaan toxic yang sering dilakukan dan dianggap normal.
1. Bercandaan tentang sara
Bercandaan toxic yang sering dilakukan dan dianggap normal yang pertama yaitu bercandaan tentang sara.
Kita semua sudah mengetahui bahwa bercanda dengan membawa suku, agama, golongan dan juga ras menjadi hal yang sangat sensitif.
Namun sayangnya, akhir-akhir ini banyak sekali orang-orang yang menjadikan sara sebagai bahan bercandaan, padahal ini termasuk bercandaan yang toxic.
2. Bercandaan tentang fisik
Bercandaan toxic yang sering dilakukan dan dianggap normal yang kedua yaitu bercandaan tentang fisik.
Salah satu bahan ledekan yang sering dilakukan oleh sebagian masyarakan baik secara langsung atau melalui media sosial yaitu bercandaan tentang fisik seseorang.
Bahkan mereka bisa dengan sangat enteng mengatakan orang lain hitam, gendut, kurus, kurang gizi dan banyak lagi sebutan laiinya yang bisa saja menyakiti hati orang yang menerimanya.
Namun, mereka hanya berdalih bahwa hal tersebut hanya bercandaan saja, mereka tidak menyadari bahwa itu termasuk dalam bercandaan toxic.
3. Bercandaan tentang keluarga
Bercandaan toxic yang sering dilakukan dan dianggap normal selanjutnya yaitu bercandaan tentang keluarga.
Membawa-bawa keluarga sebagai bahan bercandaan bukanlah sebuah hal yang lucu untuk didengar.
Urusan, masalah hingga kondisi keluarga orang lain bukanlah hal pantas untuk jadi bahan tertawaan.
Termasuk juga bercandain tentang pekerjaan orang tua, nama orang tua hingga masalah keluarga dan ini adalah yang tidak boleh dilakukan.
4. Bercandaan tentang gender
Salah satu bercandaan toxic yang sering dilakukan dan dianggap normal yaitu dengan menjadikan gender sebagai bahan bercandaan.
Bercandaan tentang gender ini lebih mengarah pada stigma terhadap gender tertentu dan masih banyak yang melakukannya.
Misalnya saja dengan mengatakan bahwa laki-laki lemah, mengejek laki-laki yang sedang menangis, hingga mengejek perempuan yang bekerja.
5. Bercandaan tentang status, ekonomi, pekerjaan hingga pencapaian
Bercandaan tentang status, ekonomi, pekerjaan hingga pencapaian menjadi salah satu bercandaan toxic yang sering dilakukan dan dianggap normal.
Hal ini termasuk juga dengan membawa-bawa nasib atau karir orang lain sebagai bahan bercandaan.
Mengatakan orang lain pengangguran, beban keluarga sebagai bahan tertawaan dan hal ini bisa jadi menyakiti mereka yang mendengarnya.
Itulah tadi informasi mengenai 5 bercandaan toxic yang sering dilakukan dan dianggap normal.

Share this article
Lantas, apa saja sih bercandaan toxic yang sering dilakukan dan dianggap normal? erkut ini 5 bercandaan toxic yang sering dilakukan.