5 Kekerasan Mental yang Sering Dilakukan dan Dianggap Normal, Pernah Mengalaminya?

Illustrasi. 5 Kekerasan Mental yang Sering Dilakukan dan Dianggap Normal, Pernah Mengalaminya?
Illustrasi. 5 Kekerasan Mental yang Sering Dilakukan dan Dianggap Normal, Pernah Mengalaminya?

AYOJAKARTA.COM - Kebanyakan orang masih berpikir bahwa kekerasan hanya bisa dilakukan melalui fisik saja.

Fakta yang sebenarnya terjadi, kekerasan tidak hanya tentang fisik saja tapi juga bisa menyerang mental yang biasanya banyak orang tidak menyedari tentang ini.

Padahal kekerasan mental bisa menimbulkan dampak yang tidak kalah merusak dari kekerasan fisik.

Baca Juga: Tanggapi Soal Alasan Ammar Zoni Pakai Narkoba Lagi hingga Ketangkap, Psikolog: Orang Ini Tak Tahan Tekanan

Bagi seseorang yang menerima kekerasan mental dalam hidupnya bisa membuat korban mengalami trauma, hancurnya harga diri dan kepercayaan diri hingga mengalami depresi.

Namun sayangnya, meski memiliki dampak buruk yang tidak kalah merusak dari kekerasan fisik, kekerasan mental ini masih sering dilakukan dan dianggap normal oleh sebagian orang.

Lantas, apa saja sih kekerasan mental yang sering dilakukan dan dianggap normal?

Dikutip dari akun Instagram @mudahbergaul, berikut ini 5 kekerasan mental yang sering dilakukan dan dianggap normal.

1. Silent treatment

Kekerasan mental pertama yang masih sering dilakukan dan dianggap normal yaitu silent treatment.

Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang dengan sengaja mendiamkan orang lain tanpa adanya komunikasi sama sekali.

Orang yang melakukan silent treatment ini berharap korbannya akan merasa peka, mengerti, dan mampu membaca pikirannya.

Silent treatment termasuk dalam kekerasan mental yang bisa membuat orang yang menjadi korban merasa bingung, gelisah dan juga ketakutan.

Baca Juga: Persiapan Penting Calon Mahasiswa Menuju SNBP 2024: 8 Hal yang Harus Dipersiapkan agar Sukses Lolos ke PTN Impian

2. Playing victim

Kekerasan mental kedua yang masih sering dilakukan dan dianggap normal yaitu playing victim.

Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang tidak mau mengakui kesalahan yang telah dilakukannya dan malah justru menyalahkan orang lain.

Mereka juga bahkan rela melakukan apa saja agar tidak disalahkan atas kesalahan yang telah dilakukannya.

Playing victim ini termasuk dalam kekerasan mental yang bisa membuat orang lain menjadi merasa bersalah dan merasa rendah diri.

3. Mengekang dan mendominasi

Kekerasan mental selanjutnya yang masih sering dilakukan dan dianggap normal yaitu mengekang dan mendominasi.

Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang mengharuskan orang lain untuk melakukan semua yang diinginkannya.

Mereka tanpa ragu akan membuat aturan dan larangan tanpa adanya alasan yang jelas dan terlalu membatasi aktivitas atau kebutuhan orang lain.

Mengekang dan mendominasi termasuk dalam kekerasan mental yang bisa membuat seseorang merasa hidupnya "diambil" dan dikontrol.

Baca Juga: Jadi Kasus Pidana Paling Menyita Perhatian di Dunia Maya, Mungkinkah Jessica Wongso Sengaja Dijadikan Sasaran?

4. Marah-marah yang berlebihan

Salah satu kekerasan mental yang masih sering dilakukan dan dianggap normal yaitu marah-marah yang berlebihan.

Ini merupakan sebuah kondisi di mana seseorang tidak bisa mengontrol diri ketika sedang marah.

Bahkan mereka bisa membentak-bentak. membanting barang, merusak barang hingga mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak senonoh.

Marah-marah yang berlebihan ini termasuk dalam kekerasan mental yang bisa membuat orang lain merasa ketakutan, sakit hati hingga mengalami trauma.

5. No empathy

No empathy merupakan salah satu kekerasan mental yang masih sering dilakukan dan juga dianggap normal.

Ini merukana sebuah kondisi di mana seseorang tidak bisa peduli atau mengerti apa yang sedang orang lain alami dan rasakan.

Orang yang no empathy biasanya akan sering melakukan adu nasib, membanding-bandingkan terus merendahkan orang lain hingga menyepelekan orang lain.

No empathy merupakan kekerasan mental yang bisa membuat orang merasa tidak dihargai dan tidak diapresiasi, insecure hingga mengalami trauma untuk bercerita.

Baca Juga: Keahlian Tiap Golongan Darah, Ternyata Goldar Ini Punya Daya Ingat Paling Kuat

Dari 5 kekerasan mental di atas, manakah yang pernah kamu alami?

Jika kamu sedang mengalami kekerasan mental di atas, sebaiknya segera keluar dari lingkungan tersebut atau kamu bisa mencari dukungan dan pertolongan dari orang terdekat.

Demikian informasi mengenai 5 kekerasan mental yang masih sering dilakukan dan dianggap normal. Semoga bermanfaat.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# kekerasan fisik
# normal
# Playing Victim
# harga diri
# trauma
# Depresi
# kepercayaan diri
# Silent treatment
# kekerasan mental
# normal

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.